Berita

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Ist

Politik

Ketua DPD RI: Tanpa Peran Kerajaan Nusantara, Indonesia Tidak Akan Pernah Merdeka

JUMAT, 01 OKTOBER 2021 | 16:35 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tanpa ada peran kerajaan dan kesultanan Nusantara, maka bangsa Indonesia tidak akan pernah berdaulat dan merdeka pada 17 Agustus 1945.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, dalam sambutan peringatan HUT ke-17 DPD RI di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (1/10).

Di hadapan Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) yang hadir dalam tersebut, LaNyalla berkata, peran kerajaan berupa dua hal. Yakni memberikan dukungan moril dan materil dalam kemerdekaan Indonesia.


"Dukungan moril diberikan dengan sikap legowo yang luar biasa dari para Raja dan Sultan dengan mengakui kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara," ujar LaNyalla.

Sedangkan dukungan materil, kata Senator Jawa Timur ini, diberikan berupa bantuan uang, emas, tanah kerajaan dan bangunan untuk dipergunakan bagi kepentingan pendirian negara ini di awal kemerdekaan.

"Bahkan hingga saat ini, sejumlah tanah dan aset Kerajaan Nusantara masih dipergunakan untuk kepentingan pemerintah," terangnya.

Bagi LaNyalla, tidak menjadi berlebihan jika kemudian semua elemen masyarakat menyepakati bahwa kerajaan dan kesultanan di Nusantara adalah pemilik saham dari negara Indonesia.

"Sangat tidak berlebihan, bila saya, dan seharusnya kita semua, menyebut bahwa kerajaan Nusantara adalah salah satu pemilik saham utama negeri ini. Karena sumbangsih dan dukungan konkret kerajaan Nusantara dalam proses lahirnya NKRI," pungkasnya.

Pada acara yang digelar secara hybrid ini Presiden Joko Widodo dijadwalkan untuk menyampakan sambutan secara virtual. Adapun jajaran pimpinan lembaga tinggi negara dan pimpinan partai politik juga hadir secara virtual.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Ribuan Lender Masih Terombang-ambing di Tengah Proses Hukum DSI

Senin, 26 Januari 2026 | 07:57

Gubernur Minnesota Tantang Trump Usai Agen Imigrasi Tembak Mati Perawat ICU

Senin, 26 Januari 2026 | 07:38

Barack Obama Kecam Penembakan Alex Pretti di Minneapolis

Senin, 26 Januari 2026 | 07:21

Gempur Transaksi Judol, OJK Wajibkan Bank Gunakan Teknologi Pelacakan Dini

Senin, 26 Januari 2026 | 07:06

Hasil Survei Mulai Dukung Roy Suryo Cs

Senin, 26 Januari 2026 | 06:50

Rahasia Ribosom

Senin, 26 Januari 2026 | 06:18

Dua Warga Hilang saat Longsor di Pemalang

Senin, 26 Januari 2026 | 06:02

Ahmad Khozinudin Tutup Pintu Damai dengan Jokowi

Senin, 26 Januari 2026 | 05:40

Banjir di Pulau Jawa Bukan cuma Dipicu Curah Hujan Ekstrem

Senin, 26 Januari 2026 | 05:10

Akhirnya RI Bisa Satu Meja dengan Israel dalam BoP for Gaza

Senin, 26 Januari 2026 | 05:05

Selengkapnya