Berita

Direktur KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo dalam webinar bertema 'Ganjar Terganjal di Pilpres 2024'/RMOL

Politik

Ganjar Pranowo hanya Tinggal Tunggu Tiket Pilpres 2024

KAMIS, 30 SEPTEMBER 2021 | 18:13 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berpeluang besar bertarung di Pilpres 2024 dengan modal elektabilitas tinggi.

Namun demikian, modal lektabilitas tinggi bukan berarti menjadi jalan mulus politisi PDI Perjuangan itu untuk memenangi pilpres.

"Kalau ditanya apakah (Ganjar) pasti menang? Wait, sebentar dulu," ujar Direktur KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo dalam webinar bertema 'Ganjar Terganjal di Pilpres 2024', Kamis sore (30/9).


Kunto Adi mengatakan, elektabilitas menjadi modal utama. Namun ada modal-modal lain yang juga dimiliki Ganjar untuk membuka jalan menuju Pilpres 2024.

"Pertama adalah elektabilitas yang dari survei-survei itu kelihatan bahwa nama Pak Ganjar elektabilitasnya selalu tiga besar," katanya.

Faktor kedua, kata dia, adalah posisi Ganjar yang menjadi kader partai politik, yakni PDI Perjuangan. Pada posisi ini, PDIP bisa maju tanpa berkoalisi dengan partai politik manapun di Pilpres 2024.

Faktor ketiga yang tidak kalah penting adalah soal "isi tas" atau modal keuangan Ganjar dalam berlaga di Pilpres 2024.

"Saya tidak tahu isi tas Pak Ganjar berapa, tapi kalau dilihat dari relawan yang menempel ke Pak Ganjar kan kelihatan, ibarat pepatah ada gula ada semut," tuturnya.

Ganjar juga diuntungkan dengan karakter kepribadiannya dan kharisma sebagai figur khas Jawa. Sehingga, kata Kunto, keuntungan-keuntungan itu hanya tinggal menunggu apakah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputi akan memberikan tiket Pilpres 2024 atau tidak.

"Yang dibutuhkan Pak Ganjar sekarang kan adalah dapat tiketnya itu," pungkasnya.

Turut hadir pembicara lainnya Direktur Eksekutif Political and Policy Public Studies (P3S), Jerry Massie dan pengamat politik Muslim Arbi.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya