Berita

Pengamat ekonomi dan pertambangan Hanifa Sutrisna/Ist

Politik

Soal Blok Wabu, Pengamat Pertambangan Sayangkan Sikap Luhut Responsif dan Haris Azhar yang Tidak Fokus

KAMIS, 30 SEPTEMBER 2021 | 00:20 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pengamat ekonomi dan pertambangan Hanifa Sutrisna menyoroti konflik antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dengan Direktur Lokataru Haris Azhar soal pengelolaan izin tambang di Blok Wabu, Papua.

Mantan penasihat Direksi PT Antam ini menyayangkan Luhut Binsar Pandjaitan yang terlalu responsif menyikapi, sementara Haris Azhar tidak fokus dengan dirinya sebagai Ketua Lokataru, LSM yang seharusnya menyoroti persoalan kemanusiaan di Blok Wabu Papua itu sendiri.

Menurut Hanifa, KontraS dan Lokataru sejatinya tidak fokus dengan isu yang diangkat lantaran bukan core dua LSM tersebut.


“Bukan core mereka (KontraS dan Lokataru) untuk mempertanyakan perihal kepemilikan Blok Wabu. Nah hal yang sama juga pak LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) juga tidak seharusnya menjawab kalau dia bukan pemilik dari Blok Wabu,” kata Hanifa kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/9).

Hanifa berpandangan, baik Lokataru maupun KontraS seharusnya tidak fokus kepada persoalan siapa pemilik perusahaan yang mengelola Blok Wabu, melainkan persoalan serius lain yakni pembuangan limbah tambang oleh beberapa perusahaan di sana bukan pada tempatnya. Dan diperparah limbahnya justru menimbulkan konflik bagi penambang-penambang liar.

“Menurut saya ini konsennya. Ada yang dianiaya di lokasi, malah ada yang meninggal, ada korban di lokasi limbah tambang itu. Kenapa KontraS dan Lokataru tidak perhatian dengan hal itu,” tanya Hanifa.

Hanifa berpandangan, mengapa Luhut seharusnya tidak menjawab tudingan Haris Azhar dengan menegaskan bahwa dia bukan pemilik perusahaan Tobacom Del Mandiri, yang disebut salah satu perusahaan yang mengelola Blok Wabu. Sementara Tobacom Del Mandiri merupakan holding dari Toba Sejahtera Group yang beberapa sahamnya dimilik Luhut.

Bagai Hanifa, tidak ada yang salah. Pasalnya, Toba Sejahtera Group merupakan perusahaan terbuka atau Tbk yang sahamnya boleh dimiliki atau dibeli oleh siapa saja.

“Karena Toba Sejahtera Group ini adalah perusahaan Tbk, maka semua orang boleh memiliki (sahamnya) mau ASN, pegawai TNI, semuanya boleh,” tandas dia.

“Tidak ada larangan, atau undang-undang yang menyatakan pejabat negara atau ASN, membeli saham di bursa,” tambahnya menekankan.

Oleh sebab itu, Hanifa sangat menyayangkan sikap reaktif Luhut Binsar Pandjaitan terhadap tudingan Haris Azhar ini. Sebab, dari catatan di perusahaan Toba Sejahtera Group maupun Tobacom Del Mandiri, Luhut tidak ada di struktur kepengurusan alias direksi maupun komisaris.

“Kalaupun memiliki saham, kan tidak ada larangan,” tekan Hanifa menandaskan.

Sepatutnya, kata Hanifa, Haris Azhar memperjuangkan agar seluruh lahan tambang yang direlinquish atau diserahkan kepada negara sebagai cadangan untuk selanjutnya pengelolaannya ke depan diutamakan kepada perusahaan-perusahaan negara yang mengurus pertambangan.

"Salah satunya Antam, harusnya yang digaungkan oleh Haris Azhar itu," pungkas Hanifa.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya