Berita

Anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia/Net

Politik

Farah Nahlia: Aktualisasi Wawasan Kebangsaan Perlu Dilakukan di Media Digital

RABU, 29 SEPTEMBER 2021 | 22:31 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Aktualisasi wawasan kebangsaan sangat penting di era digital saat ini. Salah satu bentuk tindakan nyata aktualisasi wawasan kebangsaan di era digital adalah bijak dalam bermedia sosial.

Begitu dikatakan anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia dalam webinar bertajuk "Litetasi Digital Dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan" yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (29/9).

Dikatakan Farah, aktualisasi terhadap wawasan kebangsaan akan berdampak pada penumbuhan rasa cinta terhadap negara dan masyarakat yang dilandasi atas rasa persatuan dan kesatuan yang kuat.


"Cara tersebut hanya bisa apabila kita mengaktualisasikan wawasan kebangsaan baik di kehidupan realita maupun digital," ujar Farah.

Legislator PAN itu mengatakan, perlu ada peningkatan literasi digital dengan membangun budaya digital yang positif. Hal ini bisa dimulai dari hal kecil seperti saring sebelum sharing dan bijak dalam bermedsos.

Ditambahkan Direktur Eksekutif Liskanas, Bimo Aryo Nugroho mengatakan, era digital menjadi momentum untuk meningkatkan literasi dan meningkatkan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila.

Menurutnya, peningkatan pengguna media sosial saat ini juga berbanding lurus dengan derasnya arus informasi dan opini dari tiap individu. Tidak sedikit, arus informasi itu diisi oleh kabar bohong atau hoax.

"Banyak kasus hoax yang menimbulkan permusuhan dan perkelahian sekaligus menjadi ancaman dari kemajemukan bangsa Indonesia," katanya.

Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengungkapkan, nasionalisme merupakan sebuah sikap yang harus dikembangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk di era digital saat ini.

"Pada era digital tentunya nilai-nilai nasionalisme harus ditanamkan melalui literasi digital, agar masyarakat bisa menjadikan Pancasila sebagai pembatas dari pemahaman yang menggerus kedaulatan negara," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya