Berita

Foto: Repro

Dunia

Dubes AS: AUKUS untuk Menjaga Free and Open Indo Pacific

RABU, 29 SEPTEMBER 2021 | 14:54 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pakta pertahanan Australias, Inggris, dan Amerika Serikat (AUKUS) tidak ditujukan untuk menekan negara tertentu.

Pakta pertahanan yang dimulai tanggal 15 September lalu itu ditujukan untuk mempertahankan Indo Pacific sebagai kawasan yang bebas dan terbuka (free and open).

Demikian antara lain disampaikan Duta Besar Amerika Serikat Sung Y. Kim dalam dialog yang digelar Jakarta Foreign Correspondents Club  (JFCC), Rabu siang (29/9).


“Ini (AUKUS) bukan inisiatif yang ditujukan untuk negara tertentu. Ini untuk meningkatkan kapasitas masing-masing negara,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, AS sama sekali tidak bermaksud untuk memaksa negara manapun di kawasan untuk memilih antara AS dan negara lain yang dianggap berseberangan dengan AS.

“AS dan Indonesia memiliki nilai yang sama dan tujuan yang sama dan saya percaya (AUKUS) tidak menempatkan Indonesia dan negara manapun (di kawasan) dalam situasi yang sulit (akward)” demikian Dubes Sung Y. Kim.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya