Berita

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, saat mengunjungi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin, 27 September/Repro

Politik

Zulhas Singgung Soal Pancasila dan Kedaulatan Pangan di NTT

SELASA, 28 SEPTEMBER 2021 | 00:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dua masalah kebangsaan yang terkait langsung dengan hidup dan kehidupan masyarakat Indonesia disinggung Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, saat mengunjungi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (27/9).

Di sela-sela agenda menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI), sosok yang kerap disapa Zulhas ini menyinggung soal Pancasila dan juga kedaulatan pangan.

Wakil Ketua MPR RI ini mengatakan, Pancasila merupakan falsafah hidup masyarakat Indonesia yang harus terus dijaga, yang salah satunya dapat terlihat dalam bentuk persatuan. Sehingga ia berharap tidak ada upaya membentur-benturkan antar kelompok.


"Jangan pecah belah dua terus, saling serang, saling salahkan. Prinsip kebangsaan kita adalah persatuan, kebersamaan, gotong royong. Jangan ada merasa yang paling Pancasila, sedikit-sedikit radikal-radikul, itu tidak produktif. Ini saatnya bersatu dan bergotong royong," ujar Zulhas dalam sambutan di acara pelantikan IARMI NTB, Senin (27/9).

Dalam acara yang turut dihadiri Gubernur NTB Zulkieflimansyah ini, Zulhas menyatakan tujuan dari pengamalan Pancasila, salah satunya adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Sebagai contoh, Zulhas menyebut masyarakat NTB selama di pimpin Zulkieflimansyah semakin maju. Maka dari itu, dirinya mengingatkan agar NTB terus meningkatkan kualitas SDM.

"Kuncinya untuk makmur dan maju adalah meningkatkan kualitas SDM. Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia, karena banyak daerah dianugerahi tanah yang subur, tertinggal gara-gara tidak serius membangun SDM." tuturnya.

Khusus soal kedaulatan pangan, Zulhas melihatnya sebagai persoalan bangsa yang harus dituntaskan bersama-sama, baik masalah pertanian secara umum maupun soal kedaulatan pangan.

Salah satu masalah pertanian yang dia sebutkan adalah soal indeks gini lahan petani yang sangat timpang, sehingga menjadikan petani hanya sebagai buruh saja.

"Kesejahteraannya (petani) lemah. Produk pertanian kita juga tidak berkembang. Negara masih tergantung pada impor. Kalau kita bersatu, ini yang harus kita mulai bahas dan selesaikan bersama-sama," Pungkasnya.

Selama di NTB Zulhas diagendakan menghadiri beberapa acara. Termasuk pelantikan pengurus DPW PAN NTB, kunjungan kepada petani dan pengrajin UMKM, serta pertemuan dengan para kader PAN se-NTB.

Zulhas diagendakan berada di NTB hingga Selasa (28/9).

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya