Berita

Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio/Net

Dunia

Pemerintahan Taliban Tak Bisa Diakui, Tapi Dunia Harus Membantu Rakyat Afghanistan

SENIN, 27 SEPTEMBER 2021 | 12:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintahan Taliban di Afghanistan tidak akan mungkin diakui. Tetapi dunia harus membantu rakyat Afghanistan yang membutuhkan.

Begitu yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio dalam sebuah wawancara pada Minggu (26/9), seperti dimuat Reuters.

"Pengakuan pemerintah Taliban tidak mungkin karena ada 17 teroris di antara para menteri, serta hak asasi perempuan dan anak perempuan terus dilanggar," kata Di Maio.


Kendati begitu, rakyat Afghanistan harus diberikan perhatian. Bantuan keuangan yang sebelumnya dibekukan sejak pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban harus segera dicairkan.

"Dalam beberapa waktu, mereka tidak akan mampu membayar gaji. Jelas, kita harus mencegah Afghanistan dari ledakan dan arus migrasi yang tidak terkendali yang dapat mengganggu stabilitas negara-negara tertangga," jelas Di Maio.

Menurut Di Maio, ada cara untuk menjamin dukungan keuangan rakyat Afghanistan tanpa memberikan uang kepada Taliban.

"Kami juga sepakat bahwa sebagian dari bantuan kemanusiaan harus selalu ditujukan untuk perlindungan perempuan dan anak perempuan," tambahnya.

Italia yang sedang memegang kepresidenan G20 bertujuan menjadi tuan rumah dalam pertemuan puncak khusus di Afghanistan.

Negara-negara G20 bersama dengan tetangga Afghanistan berkomitmen untuk memerangi terorisme, dan bekerja untuk perlindungan hak asasi manusia.

Pertemuan tersebut masih belum dijadwalkan, meski akan dilakukan dalam beberapa pekan ke depan.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya