Berita

Aparat keamanan Kosovo/Net

Dunia

Tutup Perbatasan, Dua Kantor Milik Kemdagri Kosovo Diserang Warga Serbia

MINGGU, 26 SEPTEMBER 2021 | 13:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dua kantor milik Kementerian Dalam Negeri Kosovo di dekat perlintasan perbatasan Serbia dilaporkan telah diserang. Penyerangan diduga dilakukan oleh warga Serbia yang marah dengan aturan baru Kosovo.

Sejak awal pekan lalu, otoritas Kosovo melarang mobil dengan plat nomor Serbia memasuki negaranya. Hal itu memicu aksi protes dari warga Serbia setempat.

Menurut keterangan polisi pada Sabtu (25/9), orang-orang Serbia dari utara Kosovo telah memblokir dua jalan utama di dekat perbatasan sejak larangan berlaku.


Semua pengemudi dari Serbia sekarang harus menggunakan detail pendaftaran cetak sementara yang berlaku selama 60 hari.

Kemudian Reuters melaporkan, lantor pendaftaran mobil di kota Zubin Potok dibakar. Sementara itu, dua granat tangan dilemparkan ke kantor catatan sipil di kota Zvecan, meskipun tidak meledak.

Pemerintah Kosovo berdalih, larangan masuk plat mobil Serbia merupakan tindakan balasan sejak 2008, ketika Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia.

Pesawat-pesawat tempur Serbia terbang dekat perbatasan yang melintasi Jarinje di mana para pengunjuk rasa Serbia menyoraki mereka.

Sehari sebelumnya, tiga helikopter juga terbang di sekitarnya. Media di Beograd melaporkan bahwa tank dan peralatan militer lainnya sedang menuju ke perbatasan, tetapi tentara Serbia tidak memberikan rincian apapun.

Ketegangan antara kedua negara itu sekarang berada pada titik tertinggi selama bertahun-tahun. Misi NATO di Kosovo menyerukan untuk menahan diri.

"Serbia jelas ingin melakukan militerisasi dan meningkatkan situasi dengan membawa helikopter dan pesawat terbang buatan Rusia ke dekat perbatasan. Serbia memprovokasi konflik internasional yang serius," ujar Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti.

Sebagai respons, Kosovo mengadakan pertemuan dewan keamanan yang mendesak, tetapi tidak ada rincian yang diberikan tentang apa yang dibahas.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya