Berita

Ilustrasi senjata nuklir/Net

Dunia

Wakil Sekjen PBB: Semua Kekuatan Nuklir Dunia Harus Duduk di Meja Perundingan

MINGGU, 26 SEPTEMBER 2021 | 09:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kekhawatiran mengenai perlombaan senjata nuklir digaungkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Pelucutan Senjata, Izumi Nakamitsu.

Nakamitsu mengatakan, semua kekuatan nuklir harus duduk di meja perundingan dan membahas pengendalian senjata.

"Satu hal tentang pengaturan bilateral dan kita tidak boleh lupa bahwa AS dan Rusia adalah pemilik senjata nuklir utama, sekitar 90 persen," ujarnya pada Sabtu (25/9), seperti dikutip Sputnik.


Pada Februari, Rusia dan AS sepakat untuk memperpanjang Perjanjian New START selama lima tahun, hingga 5 Februari 2026, tanpa mengubah apa pun.

Tetapi dalam negosiasi sebelumnya, pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump mendorong China untuk bergabung. Kendati begitu Beijing mengatakan tidak tertarik dengan pembicaraan trilateral terkait pengendalian senjata nuklir.

“Saya pikir itu bagus kedua negara adidaya ini terlibat dan berkomitmen untuk merundingkan pengurangan lebih lanjut. Tetapi pada titik tertentu, jika Anda benar-benar serius untuk menghilangkan senjata nuklir, maka, tentu saja, semua negara pemilik senjata nuklir lainnya harus datang ke meja dan berpikir tentang bagaimana melakukannya," kata Nakamitsu ketika ditanya apakah China hingga Inggris perlu ada dalam perjanjian.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya