Berita

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Erma Rini/RMOL

Politik

Anggia Erma Rini: Hari Tani Momen Revitalisasi Kebijakan Berpihak pada Petani

JUMAT, 24 SEPTEMBER 2021 | 17:03 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Hari Tani Nasional harus dipandang sebagai momentum untuk merevitaliasi kebijakan pertanian yang lebih berpihak pada petani di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL mengomentari Hari Tani Nasional yang bertepatan hari ini Jumat (24/9).

Menurut Anggia, hingga saat ini isu sektor pangan masih menjadi masalah klasik yang belum teratasi. Mulai mahalnya harga pakan ternak, tingginya impor komoditas pangan dan beda persepsi terkait stok jagung antara Kementan dan Kemendag.


Fakta itu, di mata Anggia menunjukkan bahwa belum ada sinergitas kebijakan pemerintah di sektor pangan.

"Tantangan pertanian sekaligus nasib petani kita benar-benar dipertaruhkan. Revitalisasi kebijakan sektor pertanian mutlak harus dilakukan agar kondisi petani kita tidak makin memburuk," ujar Anggia, Jumat sore (24/9).

Ketua Fatayat NU ini mengingatkan, pemerintah untuk lebih serius mengatasi berbagai isu krusial yang belum terselesaikan. Sebab, lama-kelamaan lahan pertanian di Indonesia terus menyusut.

Apalagi, pendapat Politisi PKB ini, selain dominannya impor pangan, mekanisme pasar saat ini semakin tidak terkontrol.

"Jika tidak dilakukan evaluasi dan revitalisasi secara menyeluruh, nasib petani kita akan makin mengenaskan," ujar Anggia.

Sebagai negara agraris, menurut Anggia, Indonesia mestinya belajar negara-negara yang mampu mengoptimalkan potensi pertaniannya menjadi sektor unggulan.

Ia kemudian menyebutkan Vietnam dan Thailand yang sektor pertaniannya semakin maju. Padahal, dari sisi wilayah luasan lahannya jauh lebih kecil ketimbang Indonesia.

"Lesson-learned dari mereka, tata kelola yang lebih baik, hingga penguatan optimalisasi inovasi pertanian harus digenjot terus agar kita dapat keluar dari ancaman krisis pangan. Malu kita menjadi negara agraris tapi lemah dalam pengelolaannya," terang Anggia.

Saat menutup perbincangan, Anggia mengingatkan nasihat salah satu founding fathers bangsa, KH Hasyim Asy'ari,  bahwa petani adalah penolong negeri.

"Kontribusi petani kita itu riil terhadap ketahanan pangan dan ekonomi kita. Sudah saatnya kita menata pertanian kita tidak lagi sebagai business as usual, tapi sebagai bagian dari potensi konkret penggerak kemajuan bangsa," ujarnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya