Berita

Ganggang/Net

Jaya Suprana

Ganggangomologi

JUMAT, 24 SEPTEMBER 2021 | 09:19 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SETELAH Kupukupumologi dan Cangkangomologi kini tiba giliran Ganggaggomologi. Bagi yang sudah jenuh naskah ologi-ologi silakan berhenti baca sampai di sini saja.

Menurut para paleobotaniwan/wati periode masa yang disebut sebagai Prakambirium sekitar lebih dari 2 triliun tahun yang lalu organisme pertama adalah para bakteri kuno yang terdiri dari bakteri kimia, bakteri cahaya, kokus, basil dlsb.

Uralgae



Kemudian menyusul tumbuhan penghasil oksigen pertama diduga adalah apa yang disebut sebagai uralgae alias ganggang purba terdiri dari ganggang biru dan ganggang merah yang belum berklorofil sampai ke ganggang hijau yang sudah “agak” berklorofil.

Menurut para ilmuwan tetumbuhan, bakteri dan ganggang merupakan jenis tetumbuhan paling sederhana dengan ukuran paling mikroskopis yang hadir di seluruh pelosok planet bumi.

Kompleks

Sifat ganggang cukup kompleks sebab bisa hidup berkoloni namun juga bisa hidup sendirian di air tawar mau pun payau mau pun asin, di atas mau pun di dalam permukaan bumi bahkan juga di air panas mau pun salju pada mahluk hidup flora mau pun fauna.

Ganggang hijau mengapung di buih permukaan air dangkal membantu dunia purba menghadirkan kehidupan lebih kompleks dengan menghasilkan oksigen yang sangat penting bagi segenap mahluk hidup yang mutlak membutuhkan oksigen untuk mampu hidup di planet bumi ini.

Ganggang renik berdinding silikat terdiri dua bagian saling menutupi bak tumbu ketemu tutup lazim berwarna coklat keemasan yang akibat pembiasan cahaya bisa memunculkan tata warna pelangi.

Ganggang jingga merupakan jenis hibrida ganggang sekaligus jamur yang tumbuh di permukaan bebatuan dan pepagan pepohonan.

Rumput Laut

Saya bukan ganggangomolog namun sekedar seorang penggemar makanan yang disebut sebagai seaweed alias rumput laut. baik merah, hijau atau coklat yang tumbuh di kawasan pesisir.

Rumput laut baik yang merah, hijau atau coklat yang tumbuh di kawasan persisir pada umumnya mencengkeramkan sejenis akar pada dasar laut atau benda padat lainnya dalam fungsi murni cengkeram tanpa fungsi menghisap makanan seperti akar tetumbuhan pada umumnya.

Mayoritas rumput laut bisa dimakan sebagai makanan mau pun obat maka memiliki nilai komersial cukup tinggi bagi manusia.

Beberapa jenis rumput laut juga digunakan sebagai pupuk dan juga sebagai polisakarides zat pemanis pengganti gula.

Brown algae tersebar di zona dingin maka tidak hadir pada perairan tropical seperti misalnya jenis Makrocystis dan Nereosistis di kawasan Pacifik dan Antartika yang ukuran memanjangnya bisamelampaui 33 meter.

Gulfweed (Sargassum) dalam bentuk massa mengapung lepas banyak ditemukan di laut Sargasso dan kawasan Gulf Stream.

Jenis ganggang Ulva yang juga disebut sebagai sayur-mayur laut merupakan jenis relatif langka ganggang hijau divisi rumput laut Chlorophyta karena mengandung klorofil yang menimbulkan wara kehijau-hijuan.

Ekologi

Diyakini oleh para ekolog bahwa ganggang jenis rumput laut berperan sebagai habitat pengembang-biakan untuk perikanan dan jenis marina lain-lainnya dengan melestarikan sumber makanan.

Jenis ganggang lain seperti planktonik algae memegang peran vital dalam menghimpun karbon demi memproduksi 50 persen oksigen planet bumi.

Apabila ada kehidupan di luar planet bumi maka layak diduga kemungkinan terbesar dimiliki oleh mahluk seperti ganggang.

Sangat disayangkan bahwa ekosistem alami rumput laut di planet bumi yang cuma satu dan satu-satunya di alam semesta ini terancam oleh perilaku kerakusan manusia yang tidak peduli agenda pembangunan berkelanjutan yang telah disepakati para negara anggota PBB termasuk Indonesia sebagai pedoman pembangunan planet bumi termasuk maritim abad XXI tanpa merusak alam dan tanpa mengorbankan mahluk hidup.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya