Berita

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati/Net

Politik

Sri Mulyani Klaim Kinerja APBN Masih Baik, Belanja Barang K/L Mendominasi

KAMIS, 23 SEPTEMBER 2021 | 20:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai dengan Agustus 2021 dikalim dalam kondisi baik oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Dia menyatakan begitu dengan menunjukkan pertumbuhan realisasi belanja yang terjaga yaitu Rp1.560,8 triliun atau tumbuh 1,5 persen.

Sri Mulyani memaparkan, dari total Rp 1.560,8 triliun anggaran yang terealisasi, belanja negara hingga Agustus ini didominasi belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp 255,2 triliun, tumbuh 60,4 persen.

Katanya, kenaikan didominasi belanja Kementerian Kesehatan yang masih memiliki korelasi dengan penanganan Covid-19, dan juga Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang merealisasikan anggaran untuk membantu dunia usaha terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Seain itu, Sri Mulyani juga menyebutkan mayoritas ben]lanja K/L direalisasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk belanja yang berkaitan dengan proyek-proyek yang sudah berjalan. Kemudian juga Kementerian Agama (Kemenag) belanja untuk bantuan operasional sekolah, dan Badan Layanan Umum (BLU) Kelapa Sawit yang berbelanja utamanya dirasakan petani kelapa sawit.

"Belanja barang yang dilakukan oleh pemerintah ini yang merasakan adalah masyarakat langsung,” ungkap Menkeu pada Konferensi Pers APBN Kita, Kamis (23/9).

Sri Mulyai menyebutkan, belanja K/L yang paling dirasakan masyarakat di antaranya meliputi program vaksinasi dengan jumlah suntikan vaksin pertama kepada 63,1 juta dan vaksin kedua 35,9 juta, bantuan kepada 11,8 juta pelaku usaha mikro, 453,28 ribu pasien COVID-19 yang mendapat biaya perawatan, dan 7,6 juta siswa sekolah Kemenag menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Selain belanja modal, Sri Mulyani mengunkapkan realisasi Realisasi belanja modal sebesar Rp102,6 triliun yang juga telah menunjukkan upaya pemulihan kegiatan ekonomi produktif. DI mana, kenaikan didominasi oleh Kementerian PUPR, Polri, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Perhubungan.

"Belanja modal ini dibutuhkan untuk membangun infrastruktur yang masih dibutuhkan masyarakat," tuturnya.

Sebagai contoh, dia menyebutkan belanja modal yang diwujudkan seperti pembangunan bendungan yang diharapkan memberikan dukungan kepada sektor pertanian. Selalin itu ada juga jaringan irigasi, jalan, pembangunan rumah sakit, jembatan, jalur kereta api.

"Dan untuk TNI/Polri perbaikan almatsus serta sarana prasarana dari pelaksanaan tugas mereka," tambahnya.

Khusus untuk realisasi anggaran perlindungan sosial (perlinsos), Sri Mulyani memastikan yang sudah digelontorkan K/L dimanfaatkan untuk penyaluran bantuan sosial, subsidi, dan bantuan pemerintah lainnya.

Dilihat sampai dengan 31 Agustus, Kartu Sembako telah disalurkan kepada 16,1 juta kelompok penerima, Program Keluarga Harapan kepada 9,9 juta kelompok penerima, Bantuan Sosial Tunai kepada 10 juta kelompok penerima, Kartu Prakerja untuk 3,6 juta peserta, subsidi upah untuk 2,1 juta pekerja, diskon listrik kepada 32,6 juta rumah tangga 450VA dan 900VA, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa kepada 5,5 juta kelompok penerima.

"Ini adalah belanja negara yang langsung memberikan perlindungan pada masyarakat,” tandasnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Inilah Jurus GoTo Tingkatkan Kesejahteraan Driver

Rabu, 28 Januari 2026 | 00:08

Relawan SPPG Didorong Bersertifikasi

Rabu, 28 Januari 2026 | 00:04

Ulama Asal Madura Raih Summa Cum Laude di Universitas Al-Azhar

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:44

Penolakan Publik soal Posisi Polri di Bawah Kementerian Capai 71,9 Persen

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:28

MUI Sarankan RI Mundur dari Board of Peace

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:21

GAN Minta Mabes Polri Gelar Perkara Khusus Kasus Pemalsuan IUP

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:18

Jelang HPN 2026, JMSI Kaltim Dorong Pers Adaptif Hadapi Perubahan Perilaku Gen Z

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:18

Asta Cita Prabowo Tak Boleh Berhenti Sebatas Slogan Politik

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:01

Pusjianmar Seskoal Bedah MDA Bersama Pakar dari British Royal Navy

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:57

Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Inggris

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:55

Selengkapnya