Berita

Anggota Komisi I DPR RI fraksi Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono (kedua dari kanan) saat hadiri diskusi soal Papua/RMOL

Politik

Dave Laksono: Pendekatan Kemanusiaan Harus Dikedepankan untuk Atasi Masalah Papua

KAMIS, 23 SEPTEMBER 2021 | 16:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Diperlukan pendekatan kemanusiaan mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi di Papua. Antara lain menggunakan pendekatan sosial, budaya, ekonomi, dan nasionalisme bahwa Papua adalah bagian dari NKRI.

Demikian disampaikan anggota Komisi I DPR RI fraksi Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono saat menjadi narasumber diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk "Jalan Terjal Pemberantasan KKB di Papua" di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis siang (23/9).

"Mendorong pendekatan secara kebudayaaan, sosial, ekonomi dan terus mengingatkan dan menanamkan bahwa Papua adalah bagian Indonesia dan Indonesia adalah Papua dan keberagaman kita adalah pemersatu kita," ujar Dave.


Meski begitu, Ketua DPP Partai Golkar ini meminta pemerintah tetap tidak boleh mengesampingkan pendekatan intelegen di bumi Cenderawasih itu. Sebab, hal itu perlu dilakukan dalam rangka mengantisipasi gerakan-gerakan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).  

"Jaringan Intelijen juga tetap harus di utamakan juga untuk terus dengan proaktif mencari dan memantau informasi sebanyak-banyaknya, untuk kepentingan kebersamaan juga dengan kita secara maksimal. Sehingga segala macam hal ataupun niatan niatan dapat digagalkan sebelum itu dijalankan," kata Dave Laksono.

Atas dasar itu, Dave menilai, kehadiran militer dan polisi tetap perlu ditingkatkan dan dipermanenkan di semua wilayah Papua.

Kehadiran TNI Polri yang permanen itu, kata Dave, antara lain dengan menambah instalasi militer di Papua, tanpa kita harus memasuki tugas tupoksinya Pemda.

"Jadi tetap pemda tetap menjalankan tupoksinya akan tetapi kehadiran TNI disana itu jangan sampai untuk mengecam ataupun mengancam, membuat rasa khawatir dan tegang," tukasnya.

Hadir narasumber lain dalam diskusi tersebut antara lain Pengamat Intelijen UI, Ridlwan Habib dan anggota Komisi I DPR RI fraksi PDIP Effendi Simbolon.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya