Berita

Aktivis HAM asal Papua Natalius Pigai/Net

Politik

Satu Tentara Dikabarkan Tewas Lagi di Papua, Natalius Pigai Salahkan Kebijakan Jokowi

SELASA, 21 SEPTEMBER 2021 | 14:33 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kontak tembak antara Kelompok kriminal bersenjata (KKB) OPM dengan aparat gabungan TNI-Polri kembali terjadi di Distrik Kwirok, Pegunungan Bintang, Papua, Selasa pagi tadi. Dikabarkan, satu prajurit TNI gugur dalam kontak tembak tersebut.

Komandan Korem 172/Praja Wira Yakti Brigjen TNI Izak Pangemanan mengatakan, kontak tembak itu terjadi didekat pos Satgas TNI 403/WP yang saat ini bertugas di sana.

Atas terjadinya peristiwa itu, aktivis HAM asal Papua, Natalius Pigai berpendapat bahwa Jakarta dalam hal ini pemerintah pusat agar secepat-cepatnya membuka dialog dengan Papua.

"Pemerintah Pusat harus ciptakan perdamaian abadi di Papua," kata Pigai dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (21/9).

Peristiwa memilukan yang kerap terjadi di Papua ini menurut Pigai hampir sama latar belakang kasusnya dengan di negara India, Rusia, Somalia dan terakhir oleh Taliban di Afghanistan.

"Telah membuktikan bahwa negara-negara modern dengan kekuatan alutsista modern pun tidak pernah menang melawan satu wilayah dengan komunitas suku dan agama yang berbeda. Gerakan perlawanan di Papua cenderung solid dan makin solid karena perasaan penderitaan yang sama, lama dan menua," beber Pigai.

Oleh karena hal itu, Pigai merasa khawatir dengan dominasi Jawa dan Jakarta yang mengeruk kekayaan alam, merampas lahan-lahan ekonomi, politik dan pemerintah disertai pembunuhan yang kejam pada rakyat Papua akan memancing masifnya kebencian rakyat sipil yang mengadu nasib di Papua.

Pigai mengingatkan, kalau positioning politik OPM yang mengancam warga migran di Papua sedang mengarah ke arah itu.

"Negara juga jangan asal menerima politik pendudukan pemerintah Jokowi melalui pemekaran, penetrasi ekonomi, hegemoni sipil dan militer. Kebijakan-kebijakan tersebut cenderung destruktif terhadap imajinasi kebangsaan pernah terbangun di Papua yang saat ini makin meredup, sedangkan makin menguat adalah imajinasi nasionalisme Papua sebagai perasaan penderitaan yang sama (nation ets le desire de vivre ensemble) Hans kohn," demikian Pigai.


Populer

Rocky Gerung Ucapkan Terima Kasih kepada Jokowi

Minggu, 19 Mei 2024 | 03:46

Pengamat: Jangan Semua Putusan MK Dikaitkan Unsur Politis

Senin, 20 Mei 2024 | 22:19

Dulu Berjaya Kini Terancam Bangkrut, Saham Taxi Hanya Rp2 Perak

Sabtu, 18 Mei 2024 | 08:05

Produksi Film Porno, Siskaeee Cs Segera Disidang

Rabu, 22 Mei 2024 | 13:49

Topeng Mega-Hasto, Rakus dan Berbohong

Kamis, 23 Mei 2024 | 18:03

IAW Desak KPK Periksa Gubernur Jakarta, Sumbar, Banten, dan Jateng

Senin, 20 Mei 2024 | 15:17

Pj Gubernur Jabar Optimistis Polisi Mampu Usut Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Kamis, 23 Mei 2024 | 06:48

UPDATE

Sebelum Tertangkap, Caleg PKS Sempat Coba Hilangkan Barang Bukti?

Senin, 27 Mei 2024 | 21:59

Bobby Nasution Lantik 679 PPPK Pemko Medan

Senin, 27 Mei 2024 | 21:46

Tuntut Kejelasan SK PPPK, Puluhan Bidan Datangi Kantor Pemkab Musi Banyuasin

Senin, 27 Mei 2024 | 21:28

Diisukan Kehilangan Uang Rp 1 M, Bobby Nasution: Yang Hilang Barang Pemko

Senin, 27 Mei 2024 | 21:19

Rektor USU: Setiap Mahasiswa Tidak Boleh Gagal Kuliah Karena UKT

Senin, 27 Mei 2024 | 21:09

Aramiko Aritonang Dilantik Jadi Anggota DPR Aceh

Senin, 27 Mei 2024 | 20:56

Bicara Isu Pembangunan, Pengusaha Arab Bertemu Prabowo dan Erick Thohir

Senin, 27 Mei 2024 | 20:45

DPD RI: RUU Pariwisata Perlu Disempurnakan

Senin, 27 Mei 2024 | 20:38

UMKM Nahdliyin Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis

Senin, 27 Mei 2024 | 20:38

Aceh Butuh Pemimpin yang Peduli Lingkungan

Senin, 27 Mei 2024 | 20:27

Selengkapnya