Berita

Kota Melbourne kembali dipenuhi massa anti-lockdown pada Sabtu 18 September 2021/Net

Dunia

Demo Anti-Lockdown Melbourne Ricuh, Polisi Bentrok dengan Pengunjuk Rasa

SABTU, 18 SEPTEMBER 2021 | 16:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Upaya pihak berwenang Australia untuk mencegah demonstrasi di masa pandemi berujung sisa-sia. Kota Melbourne kembali dipenuhi massa anti-lockdown pada Sabtu pagi (18/9) waktu setempat.

Demo yang semula kondusif akhirnya berujung ricuh setelah pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan polisi yang bertugas mengamankan kota. Menurut laporan media ada lebih dari 2.000 petugas yabg diturunkan untuk mengamankan.

The Guardian melaporkan, para pengunjuk rasa yang diperkirakan berjumlah ratusan orang itu muncul di pinggiran Melbourne, Richmond pada Sabtu pagi untuk mengecam kebijakan penguncian pemerintah.


Polisi sebelumnya berusaha untuk menutup semua transportasi ke Kawasan Pusat Bisnis Melbourne menggunakan serangkaian pos pemeriksaan, tetapi itu hanya mendorong penyelenggara untuk berpindah lokasi.

Bentrokan singkat dengan petugas terekam dalam video yang beredar di internet. Terlihat pengunjuk rasa melemparkan botol ketika polisi merespons dengan semprotan merica. Pada satu saat yang kacau, para demonstran menabrak garis polisi, memicu huru-hara saat kerumunan itu berjalan di jalan.

Tanggapan besar-besaran polisi terlihat dalam foto udara yang diambil oleh media lokal, menunjukkan polisi huru hara mendekati kerumunan demonstran.

Negara bagian Victoria baru-baru ini sebenarnya sudah melonggarkan pembatasan Melbourne, memungkinkan penduduk untuk bersosialisasi atau berolahraga dengan satu orang dari rumah tangga lain selama empat jam. Itu juga memungkinkan hingga lima orang dari dua rumah tangga yang berbeda untuk berkumpul pada satu waktu – jika semuanya telah divaksinasi lengkap.

Namun, pelonggaran sebagian dari aturan tersebut tampaknya tidak banyak membantu memadamkan penduduk setempat yang marah yang muak dengan penguncian, yang berujung pada demo Sabtu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya