Berita

Ketua Umum Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU), Jufri Lumintang (memegang bendera)/Repro

Politik

Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM Apresiasi PPKM Darurat Jokowi

SABTU, 18 SEPTEMBER 2021 | 14:57 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Langkah intervensi penanganan Covid-19 yang ditetapkan Presiden Joko Widodo berupa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mendapat apresiasi dari Ketua Umum Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU), Jufri Lumintang.

Menurut Jufri, keberhasilan penerapan PPKM berdampak pada peningkatan aktifitas ekonomi warga, khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sejak awal pandemi pada Maret 2020 mengalami tekanan yang luar biasa.

"Kalau kita liat data BPS sepanjang Juli-Oktober 2020 kemarin, ada sekitar 60 juta pelaku UMKM yang mengalami dampak pandemi Covid-19. Dari data itu, 42 persen pelaku UMKM hanya mampu bertahan selama 3 bulan akibat menurunnya daya beli masyarakat selama pandemi," kata Jupri usai kegiatan deklarasi dan pelantikan pengurus DPP GARPU di Aula Akademi Bela Negara, Partai Nasdem, Jakarta Selatan, Sabtu (18/9).


Selain itu, Jufri juga mengolah data dan mengobservasi dampak penerapan PPKM terhadap pelaku UMKM. Hasilnya, kondisi mereka lebih memprihatinkan karena banyak yang tutup lantaran omsetnya turun drastis antara 50-70 persen, sehingga dampak ikutannya kesulitan membayar gaji karyawan.

"Beruntung dampak pengetatan PPKM berbanding lurus dengan penurunan angka Covid-19. Apresiasi lah terhadap Pak Jokowi dan Gugus Tugas Covid-19. Kami berharap aktifitas pelaku UMKM bisa dioptimalkan lagi untuk merestorasikan dan meningkatkan performa kegiatan pelaku UMKM," sambungnya.

Dikatakannya lagi, upaya untuk membangkitkan performa dan intensitas aktifitas UMKM ke depan harus benar-benar mendapatkan penanganan khusus.

Yang pertama dari pendekatan pandemi, Jufri meminta Presiden Joko Widodo dan kementerian terkait untuk melakukan pengetatan di berbagai akses masuk internasional, baik dari bandara dan pelabuhan.

Kedua seperti halnya peningkatan infeksi Corona varian Delta pada Juli lalu, Jufri menyorot buruknya pengetatan screening pendatang asing sehingga penyebaran varian Delta dari India tak terbendung.

"Makanya ke depan ini harus lebih ketat. Entah itu mekanisme pemeriksaan medisnya, atau durasi isolasi pendatang diperpanjang, mengingat sekarang ini evolusi Covid-19 memunculkan varian-varian virus yang baru dan lain-lain," katanya.

Jufri berharap, kebijakan pegetatan pintu masuk yang dibuat pemerintah sekarang ini tidak sampai mengganggu peningkatan operasional UMKM yang mulai membaik.

Maka dari itu, selain memperketat pintu masuk internasional, Jufri juga meminta pemerintah memberikan perhatian khusus untuk keberlangsungan UMKM.

Beberapa program penanganan khusus yang diluncurkan Presiden Jokowi terhadap pelaku UMKM seperti relaksasi KUR sejak Tahun 2020, pengembangan pasar digital melalui program UMKM Go Online, bantuan presiden produktif untuk 12,8 juta usaha mikro, tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen, penyediaan 30 persen infrastruktur publik untuk UMKM, hingga alokasi 40 persen belanja barang dan jasa pemerintah bagi UMKM melalui LKPP, merupakan program-program yang perlu dilanjutkan untuk menunjang peningkatan performa UMKM.

Dalam acara deklarasi tersebut Jufri menekankan bahwa Garpu sangat diterima oleh pedagang dan UMKM diseluruh wilayah Indonesia, dan sudah ada pembentukan kepengurusan DPW di 25 Provinsi dari sabang sampai merauke.

"Ke depan kami segera akan melantik pengurus di tingkat daerah," imbuhnya.

Dia pun berharap, kehadiran GARPU sebagai salah satu alternatif medium pendampingan bagi pelaku UMKM di Indonesia bisa mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Komitmen kami adalah bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah pusat, termasuk pemerintah daerah dan seluruh stakeholder yang ada untuk memicu peningkatan aktifitas pelaku UMKM di seluruh Indonesia," tutup Jufri.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya