Berita

Distrik Mount Pleasant/Net

Dunia

Potong Rambut Anak Tanpa Izin, Sekolah di Michigan Hadapi Gugatan Rp 14,2 Miliar dari Orangtua Murid

SABTU, 18 SEPTEMBER 2021 | 12:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang ayah di Michigan mengajukan tuntutan sebesar 1 juta dolar AS (sekitar 14,2 miliar rupiah) karena tidak terima anak gadisnya yang berusia 7 tahun dipotong rambutnya oleh seorang guru tanpa izin.
Tuntutan tersebut diajukan kepada distrik sekolah, seorang pustakawan, dan asisten guru.

USA Today melaporkan Sabtu (18/9), gugatan tersebut diajukan Selasa lalu di pengadilan federal di Grand Rapids terhadap Sekolah Umum Mount Pleasant.

Dalam gugatannya, sang ayah menuduh bahwa pihak sekolah telah melanggar hak konstitusional, diskriminasi rasial, intimidasi etnis, penderitaan yang disengaja dari tekanan emosional, dan penyerangan.

Dalam gugatannya, sang ayah menuduh bahwa pihak sekolah telah melanggar hak konstitusional, diskriminasi rasial, intimidasi etnis, penderitaan yang disengaja dari tekanan emosional, dan penyerangan.

Jimmy Hoffmeyer, sang ayah yang berkulit hitam dan putih, mengatakan bahwa pada bulan Maret putrinya Jurnee tiba di rumah dari sekolahnya  dengan sebagian besar rambut di satu sisi kepalanya dipotong.  

"Jurnee mengatakan teman sekelasnya telah menggunting rambutnya saat berada di bus sekolah," kata Hoffmeyer kepada The Associated Press pada bulan April.

Hoffmeyer pun membawa anaknya ke salon untuk memperbaiki potongan rambutnya yang asimetris agar tidak terlalu mencolok, dan mengeluh kepada kepala sekolah mengenai insiden itu.

Namun, dua hari kemudian, Jurnee tiba di rumah dengan rambut yang berbeda lagi di mana pada bagian sisi lain ada potongan baru.

"Saya bertanya apa yang terjadi pada Jurnee, bertanya siapa lagi yang memotong rambutmu, dan  mengingatkannya bahwa tidak ada anak yang boleh memotong rambutmu sembarangan," kata Hoffmeyer saat itu.

"Dia (anak saya) menjawab; 'tapi ayah, yang motong itu guru'. Guru memotong rambutnya untuk meratakannya," lanjut Hoffmeyer.

Hoffmeyer mengatakan gadis yang memotong rambut Jurnee dan guru yang memotongnya berkulit putih.

"Distrik gagal melatih, memantau, mengarahkan, mendisiplinkan, dan mengawasi karyawan mereka dengan benar. Seharusnya, mengetahui bahwa karyawan akan terlibat dalam perilaku yang dikeluhkan karena pelatihan, kebiasaan, prosedur, dan kebijakan yang tidak tepat, dan kurangnya disiplin yang ada untuk karyawan," isi gugatan Hoffmeyer.

Juli lalu, Dewan Pendidikan Sekolah Umum Mount Pleasant mengatakan staf yang memotong rambut Jurnee telah ditegur dan bahwa penyelidikan pihak ketiga yang independen menetapkan bahwa meskipun ada 'niat baik' dari pekerja yang memotong rambut gadis itu, melakukannya tanpa izin dari orang tua dan tanpa sepengetahuan administrator distrik melanggar kebijakan sekolah.

"Dua karyawan lain mengetahui kejadian itu tetapi tidak melaporkannya. Ketiga karyawan tersebut telah meminta maaf," kata dewan.

Dewan sekolah mengatakan penyelidikan independen tidak menemukan bias rasial dan termasuk wawancara dengan personel distrik, siswa dan keluarga dan ulasan video dan foto, termasuk posting di media sosial.

Administrator distrik juga melakukan tinjauan internal atas insiden tersebut.

Tapi Hoffmeyer mengatakan distrik tidak pernah menanyainya atau Jurnee. Sejak insiden tersebut orangtua Jurnee memindahkannya ke sekolah lain.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya