Berita

Ilustrasi WNA tiba di Bandara Soetta/Net

Nusantara

Pintu Internasional Kembali Dibuka, 974 WNA Masuk Indonesia via Bandara Soetta

JUMAT, 17 SEPTEMBER 2021 | 22:43 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Di tengah tren menurunnya kasus virus corona baru (Covid-19) pintu masuk internasional kembali dibuka. Pembukaan pintu masuk internasional dilakukan sejak 15 September 2021.

Pembukaan pintu masuk internasional ini diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM 34/2021 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian dalam Masa Penanganan Penyebaran Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Dengan peraturan tersebut, warga negara asing (WNA) diperkenankan untuk masuk wiayah Indonsia. Sebelumnya, WNA dilarang masuk dalam beberapa waktu terakhir.


Pembukaan pintu masuk internasional ini disusul dengan masuknya ratusan WNA ke Indonesia. Sejak dibuka hingga hari ini, Jumat (17/9), sebanyak 974 WNA masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta.

"Sejak periode 15 sampai 17 September 2021 ada 974 WNA melintas masuk," jelas Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Sam Fernand mengutip Kantor Berita RMOLBanten, Jumat (17/9).

Sementara, ada 2.961 warga negara Indonesia (WNI) yang masuk ke Indonesia dari luar negeri di periode yang sama.

Ia juga mencatat ada 874 WNA yang pergi keluar Indonesia dari Bandara Soekarno-Hatta.

"Untuk WNI yang berangkat ke luar negeri dari Indonesia itu ada 3.418," tutur Sam.

Ia juga menjelaskan, sebelum diberlakukannya Permenkumham Nomor 34 Tahun 2021, tercatat ada belasan ribu WNA yang masuk ke Indonesia dari tanggal 1 Agustus sampai 17 September 2021.

Untuk WNA yang datang ke Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta pada periode tersebut pun tercatat ada 15.343 orang. Lalu WNI yang datang dari luar negeri di periode yang sama berjumlah 51.658 orang.

"Untuk WNA yang berangkat ke luar negeri di periode tersebut ada 22.122 dan untuk WNI yang berangkat berjumlah 50.925 orang," tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya