Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah/Net

Politik

Analisa Dedi Kurnia, "Tukar Guling" Tjahjo-Tito Efektif bagi Kepentingan PDIP di Pemilu 2024

JUMAT, 17 SEPTEMBER 2021 | 17:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan reshuffle kabinet Indonesia Maju dalam waktu dekat terus menuai spekulasi politik. Pasalnya, beredar kabar Menpan-RB Tjahjo Kumolo akan "tukar guling" posisi dengan Mendagri Tito Karnavian.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, melihat latarbelakang Tjahjo Kumolo menteri asal PDI Perjuangan, apabila dalam reshuffle bertukar formasi dengan Tito Karnavian maka sangat beralasan secara politik. Sebab untuk kepentingan Pemilu 2024.

Strategi ini, kata Dedi Kurnia, dinilai sangat efektif bagi PDIP dalam melakukan pendekatan politik struktural.


"Mendagri akan sangat strategis menyusun pejabat sementara di transisi Pilkada dan Pemilu 2024. Meskipun hanya berwenang ditingkat provinsi, tetapi tidak menutup kemungkinan mempengaruhi posisi di tingkat kota/kabupaten. Dari sisi strategi politik struktural, efektif," kata Dedi Kurnia kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Jumat siang (17/9).

Lagipula menurut Dedi, cara yang bisa dilakukan PDIP untuk mengakomodasi kepentingan politik tersebut hanya bisa melalui struktural. Sebab, prestasi Tjahjo saat menjadi Mendagri tidak menonjol.

"Selama menjadi Mendagri di periode lalu Tjahjo tidak tunjukkan prestasi berarti, bahkan bermasalah dalam proses KTP-el," katanya.

Sementara, Tito Karnavian telah membuktikan kinerja yang cukup baik saat menjadi Mendagri. Antara lain berhasil melaksanakan Pilkada di tengah pandemi Covid-19 dengan sukses.

"Karena tidak ada data menunjukkan peningkatan paparan pandemi dari aktivitas Pilkada itu," tukasnya.

Desas-desus waktu perombakan atau reshuffle kabinet Indonesia Maju, termasuk sosok menteri yang baru terus mengemuka.

Penggagas lembaga survei KedaiKopi Hendri Satrio mendapat kabar bahwa reshuffle kabinet akan dilakukan dalam waktu dekat ini, dan akan diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Ada desas desus katanya reshuffle yang akan terjadi akhir September atau awal Oktober nanti," ucap Hensat, sapaan akrab Hendri Satrio dalam diskusi virtual bertemakan "Petik Pelajaran, Ngotot 3 Periode Presiden Guinea Digulingkan", Rabu (14/9).

Hensat menerka-nerka sosok yang akan diganti Jokowi. Selain itu, juga akan terjadi pergeseran jabatan di antara menteri kabinet.

"Pak Tito dan Pak Tjaho Kumolo tukeran. Pak Tito jadi PAN RB, Pak Tjahjo jadi Mendagri, nah makin menarik tuh peta politiknya," katanya.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya