Berita

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, dalam acara Sosialiasi Empat Pilar MPR RI di Auditorium Dwitunggal, Gedung A Undiknas, Sidakarya, Denpasar, Bali, Jumat, 17 September/Repro

Politik

Bamsoet: Kalau Ada Syahwat dan Nafsu Politik Sabarlah

JUMAT, 17 SEPTEMBER 2021 | 15:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia selama lebih dari setahun menjadi ancaman bagi kesatuan dan persatuan bangsa. Ancaman itu akan terjadi jika Indonesia salah dalam mengelola penanggulangan pandemi.

Begitu yang dikatakan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, dalam acara Sosialiasi Empat Pilar MPR RI di Auditorium Dwitunggal, Gedung A Undiknas, Sidakarya, Denpasar, Bali, Jumat (17/9).

Menurutnya, bukan tidak mungkin Indonesia akan sama seperti negara yang terjadi krisis politik, sehingga terjadi kemunduran seperti yang terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang.


"Potensi itu ada sehingga sejak awal saya mendorong jangan hanya vaksinasi kesehatan saja, tapi penting juga vaksinisasi ideologi melalui sosialisasi empat pilar ini," ujar sosok yang ekra disapa Bamsoet ini.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini meneranhkan, penebalan nilai-nilai dan penerapan pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari dapat menjaga kesatuan bangsa di tengah kondisi krisis saat ini.

Apalagi menurutnya, situasi pandemi sekarang ini akan memunculkan beberapa krisis. Terutama krisis dalam hal ekonomi, sosial dan juga politik.

"Sering saya sampaikan, yang pertama krisis kesehatan di seluruh dunia. Setelah itu akan bergeser ke krisis ekonomi yang sekarang kita hadapi," katanya.

Mantan Ketua DPR ini berharap persoalan ekonomi di masa pandemi tidak mendorong Indonesia ke dalam krisis sosial. Karena, kondisi krisis sosial sangat erat kaitannya dengan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.

"Krisis sosial itu urusan perut, sehingga tidak bisa kita bendung lagi berbagai kerusuhan-kerusuhan yang timbul karena urusan pertahanan tengah, perut itu," tuturnya.

Menurut Bamsoet, beberapa negara mengalami krisis sosial di masa pandemi Covid-19. Bahkan beberapa negara itu katanya telah menumbangkan pimpinan nasionalnya.

Maka dari itu, Bamsoet menyimpulkan bahwa krisis sosial akan berpotensi menjalar ke dalam situasi krisis politik. Ia berharap hal tersbeut bisa dicegah bersama-sama oleh seluruh masyarakat Indonesia.

"Sebagai bangsa besar kita harus memiliki komitmen bahwa tidak boleh ada satu pemerintahan pun di negara kita ini yang diturunkan di tengah jalan. Ini komitmen kita sebagai bangsa, karena akan menjadi korban nanti adalah rakyat kita sendiri," ucapnya.

"Jadi apapun ceritanya kalau ada syahwat-syahwat politik atau nafsu politik ingin cepat-cepat jadi presiden, sabarlah. Masih adapemilj nanti 2024 karena kita memiliki pengalaman orde lama ke prde baru," demikian Bamsoet.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya