Berita

Menko Perekonomian saat kunjungi pengrajin batik Pekalongan/Ist

Politik

Temui Pengrajin Batik Pekalongan, Airlangga Tegaskan Komitmen Upayakan Buka Pasar Baru Skala Global

JUMAT, 17 SEPTEMBER 2021 | 15:29 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan ke pelaku dan pengerajin batik di Kota Pekalongan pada Kamis (16/9). Saat kunjungan itu, Airlangga berdialog dengan pengerajin batik Pekalongan.

Di hadapan para pengrajin batik itu, Airlangga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus berupaya membuka pasar-pasar baru pada skala global.

Dikatakan Airlangga, saat ini  negara-negara yang menjadi pasar utama batik Indonesia antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.


“Upaya ini diyakini dapat membantu kembali meningkatkan kinerja industri batik nasional di tengah dampak pandemi sekaligus semakin memperkenalkan beragam batik khas Indonesia,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat siang (17/9).
Airlangga memaparkan, nilai ekspor batik pada Januari hingga Juli 2020 mencapai 21,54 juta dolar AS. Sedangkan dalam periode Januari hingga Juni 2019 angka tersebut berada di posisi 17,99 juta dolar AS.

Mantan Menteri Perindustrian itu menjelaskan bahwa pertumbuhan nilai ekspor batik ini disebabkan oleh semakin banyak diversifikasi dari produk batik.

“Berdasarkan potensi itulah industri kerajinan dan batik didukung sebagai salah satu sektor yang dapat menjadi penopang agenda Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujarnya.

Sambil mempraktikkan langsung cara membatik menggunakan alat tradisional canting, Airlangga memanfaatkan kesempatan berdialog untuk menyerap aspirasi para pelaku dan pengerajin batik Pekalongan.

Ketua Umum Partai Golkar itu juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan batik sebagai seragam resmi pemerintah.

“Batik yang diproduksi adalah batik tulis dan batik cap. Pemerintah berkomitmen bahwa batik ini selalu menjadi pakaian resmi seragam Pemerintah,” ujar Airlangga di salah satu sentra batik pekalongan Perada Batik.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya