Berita

Penggagas Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi/Net

Politik

Adhie Massardi: Kepolosan Krisdayanti Bikin Bapak-bapak DPR RI Senewen

JUMAT, 17 SEPTEMBER 2021 | 13:37 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ceplas ceplos anggota Fraksi PDI Perjuangan Krisdayanti soal pendapatannya sebagai anggota DPR RI masih menjadi topik hangat. Sebagian besar memang terkejut dan sewot pada kejujuran Krisdayanti.

Bagi Penggagas Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi, sikap sewot pada ucapan Krisdayanti umumnya ditunjukkan oleh legislator dari kalangan kaum lelaki.

"Kepolosan Krisdayanti soal uang yang didapat sebagai anggota DPR yang banyak banget itu bikin Senayan wabil khusus bapak-bapaknya pada senewen," cuit Adhie di akun Twitter pribadinya, Jumat (17/9).


Adhie berseloroh, tidak lama lagi setelah ramai ucapan Krisdayanti, akan banyak gugat-menggugat kepada anggota DPR dari rumah tangga mereka masing-masing.

"Di rumah diinterograsi istri, rekening dibongkar, dan lalu muncul gerakan follow the money. Uang yang banyak itu ngalir ke mana saja?" katanya.

"Jadi bukan perkara terbongkar banyaknya gaji buta yang mereka terima yang bikin mereka blingsatan. Tapi terciumnya skandal keuangan rumah tangga," demikian pendapat mantan Jurubicara Presiden Abdurrachman Wahid atau Gus Dur ini.

Baru-baru ini, Krisdayanti yang duduk di Komisi IX DPR RI buka-bukaan soal pendapatan anggota DPR RI yang mencapai ratusan juta rupiah.

Ia memaparkan, gaji tersebut berasal dari gaji pokok, tunjangan, hingga dana reses.

Menurut Krisdayanti, setiap awal bulan ia mendapat gaji sebesar Rp 16 juta. Kemudian selang 4 hari, ia menerima hampir Rp 60 juta. Belum lagi dana aspirasi yang didapat mencapai Rp 450 juta yang didapat lima kali dalam setahun.

Untuk dana kunjunagn daerah atau reses, istri dari Raul Lemos ini mengaku menerima sebesar Rp 140 juta selama delapan kali dalam setahun.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya