Berita

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus/RMOL

Presisi

Polisi Periksa Napi Selamat dalam Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang

KAMIS, 16 SEPTEMBER 2021 | 15:29 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Penyidikan terhadap kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang terus berkembang. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya kini melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, penyidik kali ini melakukan pemeriksaan kepada warga binaan alias napi penghuni Blok C2 yang selamat dan napi yang berada di blok sebelahnya.

"Ini kita jadwalkan 8 orang kita perkisa pertama kita periksa 4 warga binaan. Ini yang berada di blok sebelah yang blok kebakaran ini yang mengetahui pada saat itu dan melihat kebakaran itu. Kemudian ada 2 orang lagi warga binaan yang ada di Blok C2 yang pada saat itu sempat luka ringan," beber Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (16/9).


Kemudian, lanjut Yusri, direncanakan 2 orang pegawai Lapas Kelas I Tangerang juga akan dilakukan pemeriksaan hari ini.

Disisi lain, tim Laboratorium Forensik (Labfor) masih melakukan uji temuan-temuan yang didapat dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)

"Tim penyidik masih melakukan koordinasi dengan teman-teman Labfor untuk bisa mengetahui hasil uji laboratoris dari olah TKP," jelas Yusri.

Kemudian, kata Yusri, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap sejumlah saksi dari petugas-petugas jaga Lapas Kelas I Tangerang.

"Jadi memerlukan BAP tambahan dari pemeriksana kemarin petugas Lapas termasuk warga binaan diperiksa di Polres untuk pemeriksaan tambahan," demikian Yusri.




Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya