Berita

Menteri Luar Negeri Sigrid Kaag/Net

Dunia

Dianggap Lamban dan Sembrono Tangani Proses Evakuasi dari Afghanistan, Menlu dan Menhan Belanda Dikecam Oposisi

KAMIS, 16 SEPTEMBER 2021 | 15:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua menteri Belanda yang terlibat langsung dalam proses evakuasi  Afghanistan jadi sasaran kritik keras partai oposisi.

Selama debat, yang berlangsung hingga Kamis dini hari (16/9) waktu setempat, semua partai oposisi menandatangani mosi kecaman terhadap Menteri Luar Negeri Sigrid Kaag dan Menteri Pertahanan Ank Bijleveld yang dianggap lamban dalam penanganan evakuasi.

“Tidak ada lagi tabir asap tetapi akuntabilitas. Dan apa yang kami dapatkan? Blokade, referensi untuk evaluasi kemudian, menunjuk jari ke orang lain,” kata anggota parlemen PvdA Kati Piri tentang tindakan Kaag selama evakuasi.


Dia menyebut jawaban Kaag benar-benar tidak memuaskan.

“Meskipun berulang-ulang mendapat peringatan dari staf sendiri, Kaag bertindak terlalu sembrono dan terlambat dalam membantu anggota staf lokal kedutaan Belanda di Kabul. Akibatnya, mereka terjebak di Afghanistan dan menghadapi bahaya serius,” kata partai oposisi.

Sementara Bijleveld dituduh tidak melaksanakan mosi dari Tweede Kamer, majelis rendah parlemen Belanda.

“Itu adalah dosa berat, dengan konsekuensi bencana bagi penerjemah dan staf lain yang bekerja untuk Belanda,” kata Piri.

Sebanyak 22 penerjemah -yang bekerja untuk Angkatan Bersenjata Belanda- dan keluarganya, ditinggalkan di Afghanistan, meskipun Kamer bersikeras bahwa kabinet telah membawa semua penerjemah Afghanistan ke tempat yang aman sebelum akhir kehadiran militer Belanda. Itu jelas tidak terjadi, menurut Piri.
Menurut partai oposisi, Bijleveld tidak memperhitungkan penerjemah dan keluarga mereka dalam rencana evakuasinya, akibatnya dia juga tak lepas dari kecaman.

Partai-partai oposisi tidak memiliki mayoritas parlemen, jadi apakah mosi ini akan lolos masih harus dilihat. Tetapi bahkan jika tidak, mosi tersebut masih akan menyebabkan kerugian politik yang cukup besar bagi para Menteri yang bersangkutan mengingat bahwa mereka didukung oleh seluruh oposisi.

Baik Kaag dan Perdana Menteri Mark Rutte menyatakan penyesalannya atas bagaimana evakuasi berlangsung.

Rutte mengatakan bahwa dia sangat menyesal karena tidak mungkin mengeluarkan semua orang yang bekerja untuk misi Belanda dari Afghanistan.

“Saya pikir itu benar-benar mengerikan,” katanya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya