Berita

Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana pada Selasa 14 September 2021/Net

Dunia

Wang Yi: Hubungan China-Singapura Bisa Bertahan Berkat Kemampuan Menemukan Peluang Kerja Sama

RABU, 15 SEPTEMBER 2021 | 16:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di hari kedua kunjungannya di Singapura Penasihat Negara China dan Menteri Luar Negeri Wang Yi menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong, di mana keduanya sepakat untuk lebih mempromosikan kerja sama di semua bidang dan meningkatkan hubungan China-ASEAN.

Selama pertemuannya dengan Lee pada Selasa (14/9), Wang mengatakan bahwa perkembangan hubungan China-Singapura telah mempertahankan momentum selama 30 tahun terakhir berkat kepemimpinan strategis kedua belah pihak, upaya bersama dari semua lapisan masyarakat di kedua negara, dan perspektif rasional dan objektif Singapura terhadap pertumbuhan China.

Selain itu, Wang mengatakan hal itu juga bisa terwujud berkat kemampuan Singapura untuk menemukan peluang kerjasama untuk mencapai kesuksesan bersama.


Setelah pertemuan, Lee kemudian memposting di Facebook-nya untuk mengabarkan bahwa dia telah melakukan diskusi yang produktif dan jujur tentang perkembangan internasional dan regional bersama Wang.

“Meskipun situasi global yang menantang dalam pandemi ini, kami terus bekerja sama, berbagi sumber daya dan keahlian untuk mengelola wabah dengan lebih baik,” kata Lee, seperti dikutip dari Global Times, Rabu (15/9).

“Singapura menyambut baik kontribusi berkelanjutan China di bagian dunia kami, dan akan terus bekerja sama dengan China untuk membangun dunia yang lebih harmonis dan damai,” lanjut Lee, menambahkan emoji bendera kedua negara di postingannya.

Sebelumnya Wang mengadakan pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat, untuk meningkatkan kerja sama ekonomi digital. 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya