Berita

Whirlpool, perusahaan publik asal Amerika Serikat yang bergerak di industri retail, terletak di Michigan/Net

Dunia

Demi Kesehatan Karyawannya Perusahaan Ini Siapkan Bonus Uang Tunai untuk Mereka yang Telah Menjalani Vaksin

RABU, 15 SEPTEMBER 2021 | 15:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan retail di Amerika Serikat ini siap memberikan bonus uang tunai kepada karyawannya yang telah divaksinasi. Insentif tersebut menggarisbawahi bagaimana perusahaan itu berusaha untuk mendorong pekerja yang masih ragu-ragu untuk disuntik vaksin.

Bonus vaksin diberikan sebagai dukungan atas aturan yang dibut pemerintahan Joe Biden yang mengharuskan perusahaan besar, seperti Whirlpool, memastikan seluruh tenaga kerja mereka divaksinasi.

Pemerintahan Biden juga membuat aturan ketat bahwa perusahaan yang tidak mengatur soal vaksinasi karyawannya akan menghadapi denda hingga 14.000 dolar untuk satu orangnya.


Sebelumnya, Whirlpool sudah menawarkan insentif vaksin yang lebih kecil kepada karyawan, tetapi kini insentif itu ditambah hingga total menjadi 1.000 dolar AS agar menarik minat karyawan untuk bersedia divaksin.

Chad Parks, juru bicara Whirpool, mengatakan bonus vaksin yang ditingkatkan akan berlaku untuk pekerja yang sebelumnya divaksinasi serta yang baru divaksinasi. Dia menolak untuk mengatakan berapa banyak insentif sebelumnya.

"Kesehatan dan keselamatan karyawan kami tetap menjadi prioritas utama kami," kata Whirlpool dalam sebuah pernyataan.

Sepanjang pandemi, para karyawan telah bekerja tanpa lelah untuk melayani konsumen yang bergantung pada produk mereka.

"Konsumen perlu memasak, bersih-bersih, dan menyediakan penyimpanan makanan dan obat-obatan yang layak di rumah mereka. Nah, karyawan kami bekerja untuk memastikan konsumen mendapatkan barang yang dibutuhkannya," kata Whirlpool.  

Vanguard, salah satu manajer aset terbesar di dunia juga menganggarkan dana insentif vaksin sebesar 1.000 dolar untuk total ribuan karyawannya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya