Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pentagon Marah Korea Utara Lakukan Uji Rudal Jarak Jauh Jenis Baru

SENIN, 13 SEPTEMBER 2021 | 14:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Klaim terbaru Korea Utara tentang keberhasilan mereka menguji jenis baru rudal jelajah jarak jauh telah memancing kecaman dari militer Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, beberapa jam setelah mengetahui klaim tersebut, Pentagon langsung bereaksi dengan mengatakan uji rudal tersebut membuktikan bahwa Pyongyang menimbulkan ancaman bagi sekutunya di wilayah tersebut.

“Kami akan terus memantau situasi dan berkonsultasi secara dekat dengan sekutu dan mitra kami,” bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Komando Indo-Pasifik (INDOPACOM) Pentagon, seperti dikutip dari RT.


Sebelumnya media pemerintah Korea Utara KCNA melaporkan pada Senin (13/9) bahwa Pyongyang berhasil menguji rudal jelajah jarak jauh baru, yang diduga menempuh jarak sekitar 1.500 km (930 mil) sebelum melenyapkan targetnya dan masuk ke perairan teritorial Korut.

Dalam laporan peluncurannya, KCNA mengatakan bahwa rudal itu dirancang untuk berfungsi sebagai alat pencegahan yang efektif yang mampu mengandung manuver militer pasukan musuh.

Tak hanya AS, Jepang juga mengatakan bahwa mereka prihatin atas laporan peluncuran tersebut.

Sadar akan keprihatinan yang muncul, Pentagon dalam pernyataan Senin menegaskan kembali janjinya untuk melindungi Korea Selatan dan Jepang, kedua negara bergantung pada militer AS untuk membela mereka jika terjadi konflik besar.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya