Berita

Mendagri dan Menko Polhukam saat foto bersama dengan jajaran Forkopimda Merauke di PLBN Sota Merauke, Minggu (12/9)/RMOLPapua

Politik

Kepada Mendagri dan Menko Polhukam, Bupati Merauke Minta Pemekaran Papua Selatan Segera Dieksekusi

SENIN, 13 SEPTEMBER 2021 | 02:08 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kunjungan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, beserta rombongan dimanfaatkan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, untuk "curhat" soal pemekaran.

Padahal, kunjungan kerja dua anak buah Presiden Joko Widodo tersebut di Kabupaten Merauke yang utama adalah untuk mengecek sarana dan prasarana terkait persiapan Pekan Olahraga Nasional XX Papua 2021 yang rencananya akan dilaksanakan pada Oktober mendatang.

Salah satu yang dicek oleh dua menteri tersebut adalah destinasi wisata yang berada di Kabupaten Merauke yang akan dikunjungi oleh para atlet PON XX Papua 2021 yang hendak bertanding dalam 7 cabang olahraga di Merauke, yaitu Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota Merauke, Minggu (12/9).


Mendagri dan Menko Polhukam beserta rombongan yang tiba di PLBN Sota Merauke didampingi langsung oleh Bupati Romanus Mbaraka beserta jajaran Forkopimda.

Dalam sambutannya, Romanus mengucapkan terima kasihnya kepada Mendagri dan Menko Polhukam yang telah berkenan mengunjungi masyarakat Merauke.

"Ini kita orang Merauke, ini kita orang Indonesia. Kita tinggal baik di sini, kita hidup dengan kesadaran. Kehidupan di seluruh aspek di Merauke berjalan cukup baik, kita aman, kita hidup saling bersaudara satu sama lain dengan semboyan kita Izakod bekai izakod kai, satu hati satu tujuan," ujar Romanus Mbaraka, dikutip Kantor Berita RMOLPapua.

Bupati Merauke juga memaparkan, saat ini wilayah yang dipimpinnay membutuhkan dukungan agar infrastruktur yang ada lebih memadai.

Tak hanya itu, Bupati Romanus juga meminta kepada Mendagri dan Menko Polhukam agar mimpi masyarakat di wilayah selatan Papua untuk dapat menjadi provinsi sendiri dapat terealisasi. Yaitu dengan terbentuknya Provinsi Papua Selatan.

Hal tersebut, dirasa sangat perlu oleh Romanus. Lantaran pembentukan Provinsi Papua Selatan berkaitan dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan di wilayah Papua.

Sebab, selama ini banyak orang di luar Papua yang menggeneralisir wilayah Papua selalu identik dengan wilayah konflik. Padahal, hal tersebut berbeda dengan keadaan di Kabupaten Merauke yang terkenal aman, rukun, dan damai.

“Wilayah kita berada di selatan Papua atau yang biasa dikenal dengan Papua Selatan, ke depan kita berharap agar wilayah ini minimal dia harus menjadi satu wilayah pemerintahan setingkat provinsi," jelasnya.

"Saya pikir ini merupakan suatu pendekatan kesejahteraan dan pendekatan keamanan, agar tidak semua orang menggeneralisir bahwa Papua ini ribut melulu. Padahal yang ribut itu cuma satu dua kampung," demikian Romanus.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya