Berita

Rombongan Komisi X DPR sata kunker ke Stadion Lukas Enembe, Papua/RMOL

Politik

Komisi X DPR Kecewa Stadion Lukas Enembe Hanya untuk Seremoni PON XX

MINGGU, 12 SEPTEMBER 2021 | 16:49 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX yang diselenggarakan di Papua dipastikan akan berlangsung. Pasalnya, sejumlah persiapan telah dilakukan oleh pemerintah dari infrastruktur hingga kesiapan panitia untuk menyambut perhelatan pekan olahraga nasional tersebut.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih memastikan bahwa Papua telah siap menggelar Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua.

Hal tersebut disampaikannya setelah Komisi X DPR RI meninjau langsung stadion utama Lukas Enembe yang akan dijadikan tempat Seremoni pembukaan dan penutupan PON XX. Serta berbagai venue beberapa cabang olahraga.
 

 
“Ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan yang melekat pada Dewan. Dan setelah kami meninjau, melihat langsung stadion dan berbagai venue yang akan dijadikan ajang bertanding para atlet, kami berkeyakinan bahwa PON XX Papua siap digelar,” kata Fikri, Minggu (12/9).

Fikri dan seluruh tim kunjungan kerja komisi X DPR RI menyesalkan keberadaan Stadion Lukas Enembe yang rencananya hanya dijadikan tempat seremony pembukaan dan penutupan PON XX Papua saja.

Fikri berpandangan, stadion utama di Papua yang baru dibangun tersebut bertaraf internasional.

"Sejatinya, disana juga bisa digelar pertandingan berbagai cabang olahraga,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano yang mengaku belum mengetahui alasan stadion kebanggaan rakyat Papua itu tidak dijadikan ajang pertandingan.

Info sementara dari panitia besar PON XX Papua, stadion itu hanya akan dijadikan tempat seremoni pembukaan dan penutupan PON XX Papua.

Lebih dari itu, Tomi berharap pantia besar PON XX Papua, termasuk KONI Pusat mempertimbangkan agar di stadion utama tersebut bisa dijadikan tempat penyelenggaraan Final Cabang Olahraga Sepakbola dalam PON XX Papua yang akan digelar bulan Oktober mendatang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya