Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ditutup Selama Pembatasan Darurat Covid, Operator Pusat Kebugaran Thailand Ajukan Petisi Ke DPR

SABTU, 11 SEPTEMBER 2021 | 14:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan pemerintah Thailand untuk tetap menutup fasilitas pusat kebugaran selama pembatasan Covid-19 membuat geram asosiasi operator pusat kebugaran dan pelatih pribadi.

Sebagai upaya protes mereka telah mengajukan petisi kepada komite olahraga DPR, mendesak agar pemerintahan melakukan pelonggaran lebih lanjut terhadap pembatasan Covid untuk memungkinkan mereka dibuka kembali.

Thanpawat Thetphuwadolvithit, perwakilan dari kelompok operator gym dan kebugaran, mengatakan industri sedang menyusun rencana pencegahan Covid-19 untuk sektor ini sehingga mereka dapat melanjutkan operasi dengan aman.


Dia mengatakan kelompok itu juga membutuhkan dukungan keuangan dan ingin pihak berwenang yang bersangkutan datang dengan langkah-langkah seperti pengurangan pajak untuk mendorong orang menggunakan layanan pusat kebugaran.

Thanpawat juga meminta pemerintah untuk membantu pelatih yang menganggur mengikuti perintah penutupan pencegahan.

"Bahkan jika kami diizinkan untuk membuka kembali, kami tidak mengharapkan kembalinya pelanggan secara penuh. Kami kemungkinan hanya mendapatkan 50 persen dari pendapatan pra-pandemi sambil menanggung biaya penuh," katanya, seperti dikutip dari Bangkok Post, Sabtu (11/9).

Sementara Boonlue Prasertsopha, ketua komite olahraga DPR, mengatakan panel akan melihat apa yang bisa dilakukan untuk membantu kelompok di zona merah ketika mereka melalukan pertemuan Rabu depan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya