Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat hadiri virtual bersama Megawati di acara Sekolah Partai, training of trainer (TOT) Kader Madya PDI Perjuanga/Repro

Politik

Hasto Kristiyanto: Daripada Buat Hoax Lebih Baik Bantu Jokowi Tangani Covid-19

JUMAT, 10 SEPTEMBER 2021 | 17:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri diterpa isu miring bahwa ia sedang sakit. Namun dapat dipastikan bahwa isu tersebut ternyata fitnah belaka.

Oleh karena itu, ketimbang menyebarkan isu hoax lebih baik fokus membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin menangani pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam acara dalam sambutannya di acara Sekolah Partai, training of trainer (TOT) Kader Madya PDI Perjuangan, Jumat sore (10/9).


"Daripada membuat hoax lebih baik kita membantu pemerintah, Presiden Jokowi Kiai Maruf Amin dengan vaksinasi gotong-royong royong dengan membuka dapur umum," kata Hasto.

Hasto menyesalkan banyaknya fitnah yang menimpa Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Namun begitu, Hasto mendoakan pihak-pihak yang disebut menyebar fitnah itu agar bertaubat.

"Kita tahu meskipun banyak fitnah yang ditujukan kepada PDI Perjuangan, kepada Ibu Mega, maka kalau ada fitnah seperti itu ya kita tidak usah membalas, kita doakan saja semoga mereka yang memfitnah itu juga bertaubat dan kita sekali lagi membangun politik dengan energi positif," demikian Hasto.

Turut hadir dalam acara TOT Kader Madya PDIP secara virtual Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, jajaran DPP PDIP, dan pengurus PDIP seluruh Indonesia.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya