Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Bersama Xi Jinping Dkk, Putin: Kita Punya Kepentingan Agar Afghanistan Tak Jadi Ancaman

JUMAT, 10 SEPTEMBER 2021 | 13:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Rusia Vladimir Putin secara tidak langsung menyalahkan Amerika Serikat (AS) atas krisis baru di Afghanistan setelah penarikan pasukan asing.

Sindiran-sindiran Putin kepada AS disampaikan ketika melakukan pertemuan BRICS ke-13 secara virtual bersama dengan Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Brasil Jair Bolsonaro, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa pada Kamis (9/9).

Sementara pemimpin lain fokus pada isu lain, Putin secara khusus menyoroti situasi di Afghanistan yang dapat mempengaruhi keamanan kawasan dan global.


"Itulah mengapa untuk alasan yang baik bahwa negara-negara kita memberikan perhatian khusus pada masalah ini," kata Putin.

Menurut Putin, rakyat Afghanistan telah lama berjuang untuk menggunakan hak mereka demi menentukan seperti apa negara mereka nantinya, dengan cara mereka sendiri.

"Kami semua tertarik agar Afghanistan berhenti menjadi ancaman bagi tetangga (nya)," ujarnya, sembari menegaskan Afghanistan tidak boleh digunakan untuk perdagangan narkoba atau terorisme.

Pernyataan Putin tentang Afghanistan juga sebagian besar tampaknya menargetkan AS dan sekutunya.

“Saya telah mengatakan dalam banyak kesempatan bahwa spiral baru krisis di Afghanistan berasal langsung dari upaya tidak bertanggung jawab untuk memaksakan nilai-nilai asing dari luar, dan niat untuk membangun apa yang disebut struktur demokrasi menggunakan pola dan metode rekayasa sosial dan politik tanpa mengambil memperhitungkan fitur bersejarah dan mengabaikan tradisi yang diikuti orang lain," jelasnya.

Setelah menghasilkan destabilisasi dan kekacauan di Afghanistan, ia menambahkan, "penulis eksperimen" ini mundur dan seluruh komunitas internasional harus membereskan kekacauan sebagai hasilnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya