Berita

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Luqman Hakim/Repro

Politik

Pimpinan Komisi II DPR Minta Seluruh Stakeholders Siapkan Skenario Pemilu Digelar Saat Pandemi

KAMIS, 09 SEPTEMBER 2021 | 17:53 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Langkah mitigasi soal kemungkinan Pemilu Serentak 2024 digelar di tengah masa pandemi Covid-19 penting untuk dikaji bersama seluruh stakeholders terkait. Mengingat situasi pandemi saat ini belum pasti kapan akan berakhir.

Begitu dikatakan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Luqman Hakim, dalam webinar bertajuk "Kesiapam Serta Antisipasi Penyelenggara Pada Pemilu dan Pilkada 2024, Skenario Pandemi Covid-19”, Kamis (9/9).

"Lebih penting bagi saya adalah skenario Pemilu dan Pilkada Serentak apabila masih dalam kondisi pandemi," ujar Luqman Hakim.


Salah satu upaya yang bisa dilakukan, kata dia, adalah penyesuaian aturan dalam Peraturan KPK dan Peraturan Bawaslu yang menjadi aturan teknis pelaksanaan hajat akbar demokrasi lima tahunan itu.

"Paling penting apapun ijtihad PKPU atau Perbawaslu, pertama bagaimana keselamatan masyarakat dan penyelenggara itu diletakkan sebagai prioritas nomor satu," terangnya.

Lanjut Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, juga perlu adanya perlindungan pribadi pada penyelenggara Pemilu dari tingkat pusat sampai daerah sebagai ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Sehingga harus dibuat upaya mitigasi atas risiko yang mungkin akan dialami teman-teman penyelenggara," tegasnya.

Selain Luqman Hakim, turut hadir sebagai pembicara dalam acara ini Direktur Politik Dalam Negeri Kemendagri, Syarmadani; Komisioner KPU RI, Viryan Aziz; anggota Bawaslu, Afifuddin, dan Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu Kota Bekasi, Rofiudin.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya