Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, yang kini menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)/Repro

Politik

Sarmudji: Airlangga Hartarto Tidak Punya Waktu Bahas Pilpres Karena Fokus Pada Tugas Menteri

KAMIS, 09 SEPTEMBER 2021 | 02:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Fokus yang kini tengah dijalani Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, adalah menjalankan tugasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Karena kesibukan itu, kata Ketua DPP Partai Golkar Sarmudji, hampir tidak ada waktu bagi Airlangga untuk membahas soal elektoral menuju Pilpres 2024.

"Pak Airlangga memang saat ini konsentrasi menjadi menteri, bahkan nyaris tidak ada waktu beliau memikirkan akan menjadi calon presiden 2024," kata Sarmudji dalam webinar "Evaluasi Publik Terhadap Penanganan Pandemi dan Peta Elektoral 2024" pada Rabu siang (8/9).


Bukan saja tidak bahas elektoral, kata Sarmudji, Airlangga juga lebih banyak memegang komando penanganan pandemi dari Jakarta dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

"Pak Airlangga selama ini hampir satu setengah tahun ini banyak di Jakarta, baru ke daerah menjalankan tugasnya sebagai menteri kan baru-baru ini," katanya.

"Beliau betul betul memimpin komando penanganan Covid-19, kami sebagai kader bisa mengerti walaupun kami ingin beliau memikirkan tentang pencalonan presiden," sambungnya.

Pada forum diskusi itu, Ketua Bidang Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, memberikan pujian kepada figur Airlangga dengan kekuatan besar Partai Golkar relatif pasif dan bisa menahan diri dari pembahasan elektoral.

Menurutnya, hal ini mencerminkan bagaimana Airlangga fokus pada penanganan pandemi Covid-19 sebagai tanggungjawabnya di kabinet.

"Beliau saat ini kami melihat bisa menahan diri, kapan harus berbicara kapan mesti tidak berbicara, dan lebih memperlihatkan cara beliau menuntaskan tanggungjawabnya, ini kan harus kita apresiasi," demikian Herzaky.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya