Berita

Temuan survei ASI, PAN naik signifikan dengan elektabilitas 6,1 persen/Repro

Politik

Temuan ASI, Elektabilitas PAN Paling Menonjol Tembus 6,1 Persen

RABU, 08 SEPTEMBER 2021 | 19:19 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Amanat Nasional (PAN) di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan menunjukkan kejutan dengan peningkatan elektoral yang signifikan.

Kejutan itu muncul dalam rilis survei Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) yang terbaru, Rabu (7/9). ASI menemukan data PAN memperoleh elektabilitas partai politik dominan rata-rata mirip dengan perolehan hasil Pemilu 2019.

Sementara itu, partai politik menengah mengalami pergeseran elektabilitas.


Temuan ASI, PDI Perjuangan masih bertahan di urutan teratas dengan elektabilitas 18,4 persen, Partai Gerindra 11,1 persen, dan menempati posisi ketiga yakni Partai Golkar 10,5 persen. Pada urutan keempat Partai Nasdem mendapatkan 8,5 persen.

"Perolehan ini nyaris mirip dengan Pemilu 2019, indikasikan belum ada perubahan signifikan pemilih, tiga besar ini cukup kuat," demikian penjelasan Direktur Eksekutif ASI Ali Rif'an, saat memaparkan secara daring.

Untuk partai di level kelas menengah, muncul dinamika mencolok yakni peningkatan elektabilitas Partai Demokrat dan PAN. Sebab, dari survei yang dilakukan dari 26 Agustus hingga 3 September 2021 Demokrat menempati urutan kelima dengan perolehan 8,2 persen.

Sementara PAN sepeninggal Amien Rais yang mendirikan Partai Ummat justru memperoleh 6,1 persen. Partai yang didirikan oleh Amien Rais itu hanya berada di bawah PKB yang menempati urutan 6.

"Dan ini paling menonjol, PAN secara mengejutkan memperoleh 6.1 persen, ini capaian bagus, selama ini Demokrat meningkat karena adanya keriuhan di media, PAN cukup senyap tetapi mampu kalahkan PKS yang hanya raih 5.9 persen," tandas mantan Manjer Riset Poltracking Indonesia ini.

Survei dilakukan pada medio 26 Agustus sampai 3 September 2021 dengan melibatkan 1.200 responden. Penarikan data pada responden menggunakan kuisioner via telepon.

Adapun metode yang dipakai adalah multistage random sampling dengan toleransi kesalahan plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya