Berita

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Mastuki/Repro

Politik

BPJPH Kemenag Sedang Seleksi Calon LPH yang Diajukan Perguruan Tinggi dan Ormas

MINGGU, 05 SEPTEMBER 2021 | 02:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama saat ini sedang menyeleksi calon lembaga pemeriksa halal (LPH) sebagai upaya percepatan pemberian sertifikasi halal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Mastuki mengatakan, saat ini sudah ada pengajuan calon LPH dari unsur perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan (Ormas).

Hal tersebut disampaikan Mastuki dalam Muhadatsah Dewan Pakar MES Edisi Ketiga dengan tema “Ekosistem Sertifikasi Jaminan Produk Halal:Menjawab Tantangan Akselerasi Sertifikasi Jaminan Produk Halal”, Sabtu (4/9).


"Ada Unair, Unhas, ITB, UIN, dan ada tiga lagi yang mengajukan. Ini beberapa termasuk beberapa ormas, Muhammadiyah yang massif, NU juga mengajukan," mata Mastuki.

Dijelaskan Mastuki, saat ini juga disiapkan sejumlah kemudahan bagi calon LPH. Salah satunya adalah pelatihan calon auditor.

"Kami sedang pilah LPH-LPH yang sudah memenuhi syarat, karena itu ada kemudahan hanya pada pelatihan calon auditor halal itu sudah kami masukkan dan sudah mendapatkan pandangan hukum," terangnya.

Dia berharap, tim yang sedang bekerja dapat segera menyelesaikan seleksi. Sehingga, dalam waktu dekat sudah didapatkan LPH yang lulus sertifikasi.

"Mudah-mudahan (seleksi) sekarang ini sedang dilaksanakan tim, untuk tidak lama lagi keluar LPH," pungkasnya.

Pada acara yang dibuka oleh Ketua Dewan Pakar MES Perry Warjiyo ini, turut hadir senagai pembicara Sekretaris Dewan Pakar PP MES Suhaji Lestiadi, Founder Javara Indigenous Indonesia Helianti Hilman, Wakil Ketua Dewan Pakar PP MES Erani Yustika, dan anggota Dewan Pakar MES Euis Amalia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya