Berita

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati/Net

Politik

Soal Pertumbuhan Ekonomi, Ekonom Minta Sri Mulyani Jujur dan Jangan "Pilih-pilih Tebu"

JUMAT, 03 SEPTEMBER 2021 | 07:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Klaim Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait ekonomi Indonesia sudah pulih karena mengalami pertumbuhan 7,07 persen dan jauh lebih baik daripada Malaysia dan Singapura disorot berbagai kalangan.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Dradjad Wibowo mengatakan, benar bahwa besaran PDB Indonesia sudah melebihi level sebelum krisis.

Tercatat pada semester I tahun 2021 produk domestik bruto (PDB) harga konstan Indonesia mencapai Rp 5455,9 triliun. Harga konstan yang dipakai adalah tahun 2010. Angka ini sudah lebih tinggi dari PDB harga konstan tahun 2019 sebesar Rp 5369,2 triliun.


"Namun soal klaim bahwa negara-negara tetangga kita belum pulih ekonominya, mari lihat datanya," kata Dradjad kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Jumat pagi (3/9).

Dradjad menuturkan, perekonomian Malaysia pada Triwulan II/ 2021 itu tumbuh 16,1%. Kemudian pada Triwulan I/2021 tumbuh minus 0,5%, lebih baik dari Indonesia yang minus 0,74%.

"Lebih dari dua kali lipat pertumbuhan Indonesia!" tegasnya.

Demikian halnya dengan Singapura, pada triwulan I/2021 saat Indonesia masih tumbuh minus, ekonomi Singapura sudah tumbuh 1,3%. Lalu pada triwulan II/2021 Singapura tumbuh 14,7%, dua kali lipat Indonesia.

"Berarti dua triwulan tahun 2021 ini Singapura tumbuh positif terus, sementara Indonesia baru positif di triwulan kedua," kata Ketua Dewan Pakar PAN ini.

Dradjad menilai, kembalinya ekonomi ke level sebelum pandemi itu hanya salah satu indikator saja. Di sisi lain, rebound-nya pertumbuhan itu indikator yang sangat penting.

Selain itu, Dradjad justru bertanya balik ke pemerintah yang tidak menyebut Vietnam sebagai perbandingan. Sebab, tahun 2020 Vietnam tumbuh positif 2,9% dan sama sekali tidak terkena resesi ekonomi di tengah pandemi. "Sedangkan kita terkena resesi," katanya.

"Jadi sebaiknya kita jangan 'cherry picking' atau 'pilih-pilih tebu' data statistik. Kalau mau jujur dan obyektif, ungkap semua data sehingga masyarakat paham gambaran yang sebenarnya, baik yang pahit maupun manis," imbuhnya menegaskan.

Namun begitu, Dradjad menyebut bahwa yang lebih baik saat ini adalah kerja nyata Indonesia menaikkan penerimaan negara dalam APBN dengan signifikan.

"Ini agar utang negara bisa dikurangi. Juga agar anggaran perlindungan sosial tahun 2022 tidak perlu dipotong Rp 60 triliun lebih dan kesehatan dipotong Rp 71,1 triliun," demikian Dradjad.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengklaim ekonomi Indonesia sudah membaik dibandingkan tahun lalu yang kontraksi parah. Dia membandingkan Malaysia hingga Singapura yang belum bernasib sama.

Ditambahkan Sri Mulyani, ekonomi kuartal II 2021 melesat 7,07 persen secara tahunan (year on year). Namun, tidak semua negara yang sempat terkontraksi ekonominya, mengalami perbaikan seperti Indonesia.

"Apakah dengan adanya kontraksi ekonomi menjamin rebound? Ternyata tidak. Lihat Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. GDP mereka di kuartal II 2021 belum bisa melewati kondisi sebelum Covid-19," katanya dalam Pembukaan dan Seminar Nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) 2021 secara daring, Selasa lalu (31/8).

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya