Berita

Puluhan wanita Afghanistan menggelar aksi unjuk rasa di kota Herat pada Kamis (2/9). Mereka menyuarakan hak mereka meski kini Afghanistan berada di bawah kendali kelompok militan Taliban/AFP

Dunia

Puluhan Wanita Afghanistan Turun ke Jalan: Kami Siap Pakai Burqa Jika Anak Perempuan Diizinkan Sekolah

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2021 | 23:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Puluhan wanita Afghanistan menggelar aksi unjuk rasa di kota Herat pada Kamis (2/9). Mereka menyuarakan hak mereka meski kini Afghanistan berada di bawah kendali kelompok militan Taliban.

"Ini adalah hak kami untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan dan keamanan," teriak pengunjuk rasa yang terdiri dari sekitar 50 wanita itu, sambil melambaikan plakat di jalan-jalan di kota Herat.

Para pengunjuk rasa wanita itu bahkan mengatakan bahwa mereka bersedia menerima burqa jika anak perempuan mereka masih bisa bersekolah di bawah pemerintahan Taliban.


Hal ini mereka suarakan bukan tanpa alasan. Selama masa kekuasaan pertama Taliban, sebelum digulingkan oleh invasi pimpinan Amerika Serikat pada tahun 2001, wanita dan anak perempuan sangat dibatasi ruang geraknya, termasuk dalam mendapatkan pendidikan dan melakukan pekerjaan.

Bukan hanya itu, pada masa tersebut, Burqa juga menjadi sesuatu hal yang wajib digunakan oleh wanita di depan umum. Mereka juga tidak diperbolehkan meninggalkan rumah tanpa pendamping pria, apalagi untuk melalukan aksi unjuk rasa jalanan. Itu adalah pemandangan yang tidak terlihat di masa pemerinntahan Taliban di masa lalu.

"Kami di sini untuk meminta hak kami," kata seorang pengunjuk rarsa wanita bernama Fereshta Taheri, kepada AFP.

"Kami bahkan siap mengenakan burqa jika mereka memberi tahu kami, tetapi kami ingin para wanita pergi ke sekolah dan bekerja," sambung Taheri yang merupakan seorang fotografer dan seniman itu.

Takut Akan Ketidakpastian

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan di tengah ketidakpastian akan masa depan hak wanita di Afghanistan usai Taliban merebut kekuasaan pertengahan Agustus lalu.

Taliban yang sedang bersiap membentuk pemerintahan baru telah berjanji bahwa mereka akan membawa kepemimpinan yang inklusif. Namun banyak pihak yang ragu bahwa mereka akan memberikan porsi bagi wanita di pos penting pemerintahan.

"Kami mengikuti berita, dan kami tidak melihat ada wanita dalam pertemuan dan pertemuan Taliban," kata pengunjuk rasa di Herat lainnya, Mariam Ebram.

Bukan hanya itu, Taliban juga berjanji akan mengizinkan wanita untuk bersekolah dan bekerja. tetapi dalam batasan hukum Islam yang mereka implementasikan.

"Pembicaraan sedang berlangsung untuk membentuk pemerintahan, tetapi mereka tidak berbicara tentang partisipasi wanita," kata penyelenggara unjuk rasa itu, Basira Taheri.

"Kami ingin menjadi bagian dari pemerintah, tidak ada pemerintahan yang dapat dibentuk tanpa wanita. Kami ingin Taliban mengadakan konsultasi dengan kami," sambungnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya