Berita

Politisi senior Partai Demokrat, Syarief Hasan/Net

Politik

Khawatir Melebar Jauh, Demokrat Tolak Amandemen UUD 1945

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2021 | 21:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Perpanjangan masa jabatan presiden sama sekali tidak dibahas di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Pembahasan saat ini sebatas mengenai Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN).

Penegasan ini disampaikan langsung Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/9).

Syarief Hasan mengurai bahwa tahapan PPHN juga masih sebatas pembahasan dan belum ada keputusan yang diambil di MPR.


Atas alasan itu, politisi senior Partai Demokrat ini menekankan bahwa pihaknya menolak adanya amandemen. Sebab, pembahasan amandemen bisa saja melebar ke isu yang lain, termasuk upaya memperpanjang masa jabatan presiden.

“Kalau dibuka akan melebar. Siapa yang bisa menjamin? Makanya Partai Demokrat menolak amandemen UUD 1945," jelasnya.

Di satu sisi, dia meminta Presiden Joko Widodo untuk memegang penuh apa yang telah disampaikan ke publik. Termasuk saat pimpinan MPR menemuinya di Istana Bogor. Jokowi tegas menyatakan bahwa amandemen domain MPR.

“Jangan mengikutkan saya (Jokowi) di dalam hal wacana pembahasan amandemen,” kata Syarief Hasan menirukan ucapan Jokowi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya