Berita

Publika

Fakta Baru: Angka 116 & 190 PTUN, Mengonfirmasi Manipulasi Penggugat Masjid

RABU, 01 SEPTEMBER 2021 | 08:45 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

PUTUSAN Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negra (PTUN) tidak menerima  gugatan terhadap izin Masjid At Tabayyun, Senin (30/8). Dalam salinan putusan bernomor 76/G/2021/ PTUN 6 Jakarta setebal 210 halaman mengonfirmasi adanya manipulasi data warga diduga dilakukan DR Hartono SH, kuasa hukum atas nama 10 Ketua RT Taman Villa Meruya. Lihat angka 116 & 190 dalam list  warga yang menggugat itu.

Angka 116 atas nama Andi Muchainin M, warga RT 001/RW 010 dan angka 190 atas nama Ir. Budiharto, warga RT 005/RW 010 TVM.  Yang memanipulasi data Ir Budiharto diduga Ketua RTnya sendiri, Hendro Hananto Putro. Sedangkan yang “mengerjai” Andi Muchainin diduga Ketua RT 001 Andi Widijanto K.

Banyak warga yang yakin, pelibatan beberapa warga sebagai penggugat dilakukan dengan modus operandi yang sama. Warga hanya diminta voting -- memilih satu dari dari dua lokasi yang jadi opsi, lalu “disunglap” menjadi gugatan hukum.


Laporan Polisi

Rahmatullah, kuasa hukum Panitia Masjid At Tabayyun telah melaporkan perbuatan melawan hukum itu kepada pihak yang berwajib. Laporan Polisinya bernomor LP/B/4.058/VIII/2021/SPKT/Polda Metro Jaya 20 Agustus 2021 -- mengadukan dugaan Hartono SH dan kawan-kawan melanggar Pasal 263 KUHP Tindak Pidana Pemalsuan Surat yang ancaman hukumannya 6 (enam) tahun.

Perbuatan itu terungkap pada 16 Agustus lalu pada sidang ke-5 gugatan terhadap izin pembangunan masjid At Tabayyun di Taman  Vila Meruya (TVM), Jakarta Barat yang diterbitkan oleh Gubernur DKI Anies Baswedan bernomor 1021/2020 tanggal 9 Oktober 2020. Dalam sidang  itu terungkap fakta mengejutkan.

Dua orang warga TVM -- Budiharto dan Andi -- tidak pernah memberi kuasa kepada Para Penggugat dalam hal ini Hartono SH. Ketua Majelis Hakim DR Andi Ali Rahman yang mengetahui itu, berjanji akan menindaklanjuti temuan tersebut.

“Silahkan saja kalau mau  dibawa ke ranah hukum,” kata Hartono SH, kuasa hukum penggugat  Masjid At Tabayyun di Taman Villa Meruya, Jakarta Barat. Pernyataan itu disampaikan pada 19 Agustus seusai mengikuti persidangan di PTUN.

Tidak Ketemu Warga Penggugat

Hartono mengakui memang tidak pernah bertemu langsung dengan dua warga tersebut. Data yang ada dipasok dari ketua RT mereka. Karena sudah ada datanya, ia berani maju menjadi kuasa hukum, kata Hartono.

Menurut pria yang sudah 27 tahun berpraktik sebagai pengacara itu,  dirinya memang tidak sempat mengecek satu per satu. Baru tahu ada data dua orang yang bermasalah saat di persidangan. Hartono sendiri sudah menghubungi ketua RT. Informasi dari ketua RT, dua orang itu sempat mendukung gugatan, tapi dicabut setelah shalat Id.

“Silahkan saja kalau mau dibawa ke ranah pidana. Saya siap dilaporkan. Saya tunggu. Saya nggak punya salah. Kalau orang hukum nggak pernah takut. Orang saya kerja berdasar koridor. Kecuali saya membujuk. Dari 292 warga, yang bermasalah dua orang, itupun harus dibuktikan. Naif kalau dari 292  orang saya manipulasi 2 orang,” tukas Hartono.

Dalam materi gugatannya di PTUN, Hartono mengklaim didukung 292 warga atau 96 % warga TVM. Menurut data di kelurahan, komplek TVM yang seluas 29 ha didiami 527 KK (data berdasar pembayaran iuran) atau sekitar lk 2000 warga.

Hartono menerangkan, saat pengurus RT datang, ia memberi tahu syarat agar dirinya bisa jadi kuasa hukum. Setelah data lengkap, kemudian tanda tangan. Ia mengaku tidak tahu proses mendapatkan data tersebut.

“Kalau dia bilang cuma dikasih formulir untuk memilih blok C1 atau blok D2 saya nggak tahu. Karena saya tahunya dari pengurus RT yang datang ke saya,” tambah Hartono lagi. Ketua RT 005/RW 010 Hendro Hananto yang juga turut hadir di PTUN ketika ditanya, ia menunjuk Hartono sebagai kuasa hukumnya untuk berbicara mewakilinya.

Ketua RT 002/RW 010, H Ending Ridwan berharap permasalahan di TVM
segera selesai.

“Kasihan warga yang tidak tahu menahu, dan itu mayoritas jumlahnya,” kata cucu pendiri Pesantren Cipasung yang sudah 23 tahun tinggal di TVM.

“Ya, saya juga berharap demikian. Ini ranah hukum pidana. Biarlah berproses sesuai prinsip hukum. Tangan mencincang bahu memikul.  Hanya yang berbuat kena hukum. Betul, tidak banyak. Kayaknya cuma sekitar 3 orang yang ada jejak digitalnya jadi otak dan penggerak dugaan manipulasi itu. Yang lain ada yang sudah kami catat melakukan aksi memprovokasi warga dan yang mengucapkan ujaran kebencian. Kita tunggu dan kawal saja proses hukum itu. Ini saatnya menagih ke Indonesiaan mereka,” kata Ketua Panitia Pembangunan Masjid At Tabayyun, H Marah Sakti Siregar.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya