Berita

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa/Net

Politik

Lapor ke Luhut Vaksinasi Anak Masih Rendah di Jatim, Khofifah Minta Disediakan 3,2 Juta Dosis

SABTU, 28 AGUSTUS 2021 | 04:40 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Vaksinasi Covid-19 yang menyasar anak-anak di Provinsi Jawa Timur masih rendah, angkanya masih 7,79 persen untuk dosisi pertama dan 1,431 persen untuk dosisi kedua, dari total populasi anak yang masuk usia sekolah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melaporkan hal tersebut kepada Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) wilayah Pulau Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam rapat koordinasi pada Jumat (27/8).

Khofifah menjelaskan, pihaknya sedang mengupayakan cakuan vaksinasi untuk guru dan anak-anak sekolah, suaya bisa memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM).


Namun hingga saat ini, cakupan vaksinasi lebih banyak menyasar para guru. Di mana, persentasenya kini sudah mencapai 88,48 persen untuk penerima dosisi pertama dan 77,74 persen untuk penerima dosisi kedua.

"Kami laporkan kepada Bapak Menko Marves bahwa untuk mencapai 100 persen vaksinasi untuk guru dan siswa SMA dan SMK, Jawa Timur butuh 1,1 juta lebih dosis vaksin COVID-19. Jika dihitung mulai usia 12, tahun maka dibutuhkan 3,2 juta dosis vaksin," ujar Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (28/8).

Dalam hal PTM, Khofifah memastikan  wilayah PPKM level 3 dan level 2 sudah bisa memulai PTM, namun harus memenuhi penerapan protokol kesehata yang ketat dan juga vaksinasi.

"Unit pendidikan sudah mendapatkan izin dari Satgas COVID-19 Kabupaten/Kota setempat dan izin orang tua/wali siswa," demikian Khofifah.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya