Berita

Logo KNPI/Repro

Politik

Dinilai Langgar AD/ART, Musda KNPI Jabar XV Cacat Aturan Organisasi

JUMAT, 27 AGUSTUS 2021 | 18:25 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Musyawarah Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (Musda KNPI) Provinsi Jawa Barat XV yang digelar pada 25-27 Agustus 2021 di Garut dinilai cacat secara aturan organisasi.

Pasalnya, tindakan yang dilakukan oleh DPD KNPI Jabar dengan menggelar Musda telah melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

Atas dasar itulah DPP KNPI di bawah kepemimpinan Haris Pertama menunjuk Giofedi Rauf sebagai caretaker Ketua DPD KNPI Jabar.


"Dasar adanya caretaker ini karena adanya pelanggaran konstitusi KNPI. Saya praktisi hukum bisa menyebut bahwa Musda (KNPI Jabar) cacat organisasi," kata Giofedi Rauf saat dihubungi Kantor Berita RMOLJabar via telepon seluler, Jumat (27/8).

Giofedi mengurai, keputusan penunjukan caretaker ini didasari adanya tindakan pelanggaran atas konstitusi organisasi. Di antaranya pelanggaran atas pasal 32 ayat (2) AD KNPI terkait masa jabatan yang telah melebihi 3 tahun dan tidak adanya perpanjangan masa jabatan.

Kemudian pelanggaran atas pasal 10 ayat (1) huruf a dan pasal 8 ayat (2) AD KNPI huruf a terkait utusan DPP KNPI sebagai peserta rapimda provinsi dan peserta Musda bahwa tidak terdapat undangan dan pemberitahuan kepada DPP KNPI dari KNPI Jabar perihal pelaksanaan rapimda dan Musda XV KNPI Jabar.

"Prinsipnya itu adalah ada prosedural organisasi yang ditabrak. Dari mulai Rapimda itu tidak mengundang DPP KNPI, jelas ada pasal-pasal yang dilanggar, prinsipnya itu saja," jelasnya.

Dirinya menegaskan, caretaker ini dibuat bukan karena persoalan suka atau tidak suka terhadap calon Ketua KNPI Jabar atau ketua terpilih nantinya. Karena pada dasarnya siapapun yang akan menjadi Ketua KNPI Jabar selanjutnya itu adalah hak semua peserta musda.

"Kita ini tidak mau terseret-seret terhadap siapa yang terpilih, siapa yang menjadi calon itu hak semua orang. Saya ini tidak bermasalah dengan calon ataupun ketua terpilih, saya tidak pro satupun di antara mereka," tegas Giofedi.

Poin yang menjadi permasalahan Musda Jabar XV ini adalah adanya konstitusi yang dilanggar. Untuk itu, sebagai varetaker DPD KNPI Jabar, dirinya akan segera melakukan konsolidasi organisasi untuk mencari titik temu dan solusi dari pelanggaran konstitusional ini.

"Kami sedang menyiapkan berbagai opsi solusi untuk menyelesaikan permasalahan Musda XV DPD KNPI Jawa Barat ini, pada prinsipnya kami menginginkan estafet kepemimpinan di DPD KNPI Jawa Barat dapat berjalan dengan mengedepankan aturan yang berlaku di organisasi," ujar Giofedi.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI resmi mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang Pembekuan DPD KNPI Provinsi Jawa Barat dan Pembentukan Kepengurusan caretaker DPD KNPI Provinsi Jawa Barat tertanggal 24 Agustus 2021.

Di lain pihak, DPD KNPI Jabar tetap menggelar Musda XV di Garut dan menghasilkan Ridwansyah Yusuf Achmad sebagai Ketua KNPI Jabar periode 2021-2024.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya