Berita

Jajaran Partai Prima saat audiensi ke KPU/Net

Politik

Usai Audiensi Bareng KPU, Partai Prima Bertekad Bangun Poros Politik Baru

KAMIS, 26 AGUSTUS 2021 | 12:26 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

RMOL. Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap politik oligarki yang sekarang terjadi di Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Prima, Dominggus Oktavianus Kiik usai audiensi bersama Komisi Pemilihan Umum di Jakarta, Rabu (25/8).

Menurutnya, wajah yang menghiasi poros politik saat ini, baik itu koalis pemerintah maupun oposisi, sebagian besar merupakan wajah lama yang menjadi bagian pendukung oligarki.


"Warna kebijakan politiknya sudah kita ketahui, neoliberal. Maka dari itu Prima mendorong terbentuknya poros politik baru," ujarnya kepada wartawan, Kamis (26/8).

Dominggus menyampaikan bahwa partainya saat ini telah mempersiapkan persyaratan administrasi untuk mengikuti tahapan verifikasi parpol sebagai peserta Pemilu Serentak 2024.

"Berkat semangat perubahan dari rakyat Indonesia untuk melawan oligarki, saat ini Prima telah memiliki struktur di 34 provinsi, 384 kabupaten/kota dan 4.700 kecamatan. Setiap hari penambahan orang yang mendaftar menjadi anggota Prima lewat aplikasi Prima di Google Play Store dan website resmi selalu bertambah secara signifikan,” katanya.

Dominggus menegaskan bahwa Prima merupakan partai alternatif yang berisi partisipasi rakyat biasa dari unsur perempuan, gerakan buruh, gerakan tani, nelayan, gerakan mahasiswa, agamawan dan elemen bangsa lainnya.

Pada pertemuan bersama Komisioner KPU, lanjutnya, pihaknya mendapat banyak masukan dari KPU RI terkait teknis dalam memudahkan pemenuhan syarat administrasi menjadi peserta Pemilu Serentak 2024.

"Setelah ini DPP Prima akan melakukan koordinasi dengan para pengurus Prima di tingkatan wilayah dan kota/kabupaten untuk mengimplementasikan masukan-masukan yang diberikan KPU," tuturnya.

Rombongan delegasi Dewan Pimpinan Pusat Primadisambut langsung oleh Ketua KPU RI Ilham Saputra, beserta jajaran Komisioner KPU Arief Budiman, Hasyim Asy'ari, dan I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi.

Sedangkan DPP PRIMA diwakili Ketua Majelis Pertimbangan Partai Mayjend (Purn) Gautama R Wiranegara, Waketum Lukman Hakim, Ahmad Rifai, dan Ketua Mahkamah Partai Bin Firman Tresnadi.

Dikatakan Ketua MPP Prima, Gautama Wiranegara, mereka berterima kasih telah mendapatkan sambutan hangat dari Komisioner KPU serta penjelasan semua tahapan pemilu.

"Kami mengucapkan terima kasih atas diterimanya kami oleh jajaran pimpinan KPU RI. Dan sebuah kebanggaan bagi kami semua karena menjadi partai politik baru pertama yang secara resmi diterima untuk bersilaturahmi," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya