Berita

KSAL Laksamana Yudo Margono/Net

Politik

Saiful Anam: Tragedi Nanggala 402 Penghambat Yudo Margono Dapatkan Kursi Panglima TNI

RABU, 25 AGUSTUS 2021 | 15:05 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Insiden tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 dianggap menjadi salah satu kegagalan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. Tragedi yang menghilangkan 53 nyawa prajurit itu juga dinilai jadi penghambat karirnya menjadi Panglima TNI.

Pakar politik dan hukum Universitas Nasional (Unas), Saiful Anam mengatakan, insiden tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 telah terstigma di masyarakat bahwa Laksamana Yudo sudah gagal dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

"Menurut saya sudah tertutup kemungkinan bagi KSAL Yudo untuk dapat dipercaya menjadi Panglima TNI. Presiden Jokowi dan DPR tentu bukan tidak mungkin akan juga menilai demikian," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (25/8).


Sehingga kata Saiful, menurutnya KSAL Yudo sangat sulit dipilih menjadi Panglima TNI. Sebab, kinerja utamanya dalam melakukan perawatan terhadap perlengkapan dan peralatan TNI AL dianggap tidak berhasil.

Apalagi, insiden tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 bukan hanya menjadi sorotan masyarakat Indonesia, tetapi juga internasional.

"Selain itu bisa jadi Internasional baik Amerika maupun China tidak berkenan bagi Indonesia untuk memilih KSAL Yudho untuk menduduki jabatan tertinggi dalam TNI," pungkas Saiful.

Nama lain yang digadang berpotensi menggantikan Hadi Tjahjanto adalah KSAD Jenderal Andika Perkasa.

Meski dia akan pensiun di akhir tahun 2022, sosoknya dianggap tepat memimpin TNI karena rekam jejaknya bisa menjadi sosok yang bisa membawa TNI disegani di lingkungan internasional.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya