Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini, Airlangga Hartarto/Repro

Politik

Ketua KPCPEN Harapkan Riset dan Inovasi Perguruan Tinggi Menjadi Jalan Keluar Persoalan Pembangunan Saat Pandemi

SELASA, 24 AGUSTUS 2021 | 22:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kemajuan ekonomi suatu negara tentu saja tidak dapat dilepaskan dari pengembangan riset dan inovasi, yang nantinya akan berperan dalam peningkatan perekonomian. Salah satu ukurannya adalah kemajuan riset dan inovasi suatu negara yang dapat tercermin melalui peringkat Global Innovation Index (GII).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menerangkan, berdasarkan survei World Competitiveness Yearbook (WCY) 2021 yang dilakukan IMD World Competitiveness Center telah menempatkan daya saing Indonesia pada peringkat ke-37 dari total 64 negara.

Sementara dalam ukuran yang tercermin melalui peringkat GII tahun 2020, lanjut Airlangga, saat ini Indonesia masih berada di peringkat 85 dan Indonesia tertinggal jauh dari beberapa negara lain di ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.


"Dalam IMD World Competitiveness Center, daya saing menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan tingkat inovasi. Hal ini menjadi tantangan bagi perguruan tinggi bagaimana bisa meningkatkan kontribusi untuk meningkatkan daya saing," ujar Airlangga pada acara Workshop Senat Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan tema Arah Kebijakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Fakultas UGM, yang dilakukan secara virtual, Selasa (24/8).

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjadikan Indonesia negara yang berbasis riset dan inovasi. Menurut Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini, implementasi konsep Triple Helix yang merupakan kolaborasi antara peneliti baik dari Perguruan Tinggi, Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan (litbang) di satu sisi, Pemerintah serta Industri di sisi ketiga penting untuk dilakukan.

Sementara itu, pemerintah melalui UU 11/2020 tentang Cipta Kerja telah memberikan peluang kepada dunia usaha dan para stakeholder untuk memperbaiki tata kelola serta kemudahan berusaha, sehingga ini tentu akan lebih membuat para wirausaha, pengusaha atau para investor lebih mudah dalam melakukan investasi atau memulai berbisnis.

Pemerintah telah memberikan dukungan dan fasilitas terhadap riset dan inovasi, dimana diberikan penugasan khusus kepada BUMN maupun BUMS sekaligus membuka peluang luas bagi perguruan tinggi untuk turut berkolaborasi.

"Riset dan Inovasi dari perguruan tinggi tentu diharapkan menjadi jalan keluar terhadap berbagai persoalan di sektor pembangunan pada pandemi saat ini," tegasnya.

Salah satu area ilmu yang semakin dirasakan penting untuk dikuasai sejak pandemi ini, diterangkan Ketua Umum Partai Golkar ini, adalah Bioteknologi. Bioteknologi merupakan bidang yang memanfaatkan atau merekayasa organisme untuk kebutuhan manusia.

"Ke depan, Bioteknologi akan memainkan peranan penting untuk menciptakan solusi atas masalah yang berhubungan dengan organisme, menciptakan obat atas suatu penyakit, atau bahkan mencegah terjadinya pandemi baru, sehingga kebutuhan SDM yang menguasai ilmu ini akan semakin tinggi,” ujar Airlangga.

Indonesia saat ini, sebut Airlangga, juga telah merespon pengembangan vaksin dengan mendorong Vaksin Merah Putih. Pengembangan Vaksin Merah Putih dilakukan oleh berbagai platform yakni Eijkman, LIPI, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada.

"Saya berharap agar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang merupakan pilar dasar pola pikir bagi dosen dan mahasiswa, tetap menjadi cita-cita bersama, sehingga Perguruan Tinggi dapat memberikan yang terbaik untuk negeri ini,” tutup Menko Airlangga.

Turut hadir memberikan dalam acara workshop tersebut yakni Wakil Rektor Bidang Pendidikan Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM Djagal Wiseso Marseno, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Paripurna.

Selain itu hadir pula WKU Bidang Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Infrastruktur Kadin Indonesia Insannul Kamil, Ketua Umum PII Heru Dewanto, Sekda Provinsi DIY Raden Kadarmata, Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Muhammad Mus’sad.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya