Berita

Mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara/Net

Politik

Juliari Batubara Layak Dimiskinkan

SELASA, 24 AGUSTUS 2021 | 07:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Vonis yang diterima mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara dinilai tidak terlalu berat jika dibandingkan dengan perbuatan yang dilakukan, yaitu merampok dana bantuan sosial untuk Covid-19 dan menerima suap Rp 32,4 miliar.

Ketua Harian DPP Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Jerry Massie menilai bahwa Juliari Batubara seharusnya menerima satu dari tiga vonis berat, yaitu penjara seumur hidup, vonis mati, atau paling lama 20 tahun penjara.

“Nah aspek keadilan tak diterapkan oleh majelis hakim. Jadi seharusnya hukuman dengan perbuatan seimbang,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (24/8).

Di satu sisi, Jerry Massie juga khawatir di kemudian hari hukuman itu akan terpotong dengan remisi bagi para koruptor.

Dia ingin agar peringkat Indonesia di posisi 3 negara terkorup se-Asia bisa dihilangkan. Salah satunya dengan keseriusan menangani korupsi, khususnya memberi efek jera bagi pejabat untuk menghindari perbuatan hina tersebut.

“Kalau Juliari 12 tahun itu tak sebanding dengan perbuatannya,” tekan Jerry Massie lagi.

GIAK, sambungnya, mendorong lembaga peradilan melakukan tugas dan wewenang sesuai dengan perbuatan pelaku agar UU 31/1999 tentang Tipikor tetap berdiri kokoh.

Artinya, kalau memang tidak berkenan menghukum mati Juliari, maka hakim bisa memilih opsi memiskinkan pejabat.

“Amerika Serikat pun melakukan hal yang sama. Berbeda dengan Korut, Taiwan, RRC dan Vietnam para koruptor tempatnya di dalam liang lahat,” tegasnya.

Jerry Massie mengingatkan bahwa koruptor sejatinya telah merampok duit rakyat. Maka itu, pemerintah wajib merampas aset mereka semua.

“Jadi kalau tidak ada hukuman berat bagi koruptor saya yakin sampai kapan pun sulit untuk membasmi dan memberangus koruptor di tanah air,” sambungnya.

“Presiden juga harus turun tangan. Kan KPK di bawah kendali presiden. Perlu ada tindakan kongkret, bukan tindakan konyol,” demikian Jerry Massie.

Populer

Disuntik Vaksin Covid-19 Campuran Sinovac dan AstraZeneca, Seorang Pria Thailand Alami Pendarahan Otak Hingga Meninggal Dunia

Rabu, 13 Oktober 2021 | 09:31

Jenderal Andika Perkasa Angkat Brigjen Junior Tumilaar Jadi Stafsus

Minggu, 10 Oktober 2021 | 12:28

Saiful Anam: Gubernur Lemhanas Anggap Presiden Seperti Tong Sampah, Layak Dipecat

Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:21

Kalah dengan Polri dan KPK, Jaksa Agung Instruksikan 11,4 Persen Jajarannya Segera Laporkan LHKPN

Kamis, 07 Oktober 2021 | 04:58

Dicopot dari Waka BSSN, Komjen Dharma Pongrekun Ditarik ke Mabes Polri

Sabtu, 09 Oktober 2021 | 02:47

Bukan Amien Rais, Adhie Massardi Beberkan Bukti Megawati Aktor Penggulingan Presiden Gus Dur

Rabu, 06 Oktober 2021 | 16:38

Organisasi HAM Internasional Ikut Bela Haris Azhar dan Fatia yang Dipolisikan LBP

Jumat, 08 Oktober 2021 | 03:18

UPDATE

Perempuan Jenggala Gandeng Kodam Siliwangi Gelar Vakasinasi Di Banjaran Bandung

Minggu, 17 Oktober 2021 | 00:04

Take Down 1.856 Layanan Pinjol, Menkominfo: Tak Ada Kompromi untuk Mereka

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 23:46

KPK: Dodi Alex Noerdin Dapat Jatah Rp 2,6 Miliar dari dari 4 Proyek Pemkab Muba

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 23:28

Akibat Korsleting, Kebakaran Gudang Barang di Mangga Dua Berhasil Dipadamkan

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 23:12

Warganet: Yang Milik Rakyat Itu Hanyalah Utang dan Utang!

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 22:44

Susur Tanah Sunda Dilanjut, Kini Menyasar Ponpes hingga Korban Kebakaran

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 22:18

Tambahan Kematian Sehari 44 Orang, Kasus Aktif se Indonesia Masih 142.933 Pasien

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 22:06

Oknum Polisi Pembanting Mahasiswa Demonstran di Tangerang Akhirnya Ditahan

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:47

Bertandang ke Ternate, Ganjar Pranowo Susuri Jejak Bung Karno di Keraton Ternate

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:32

Munas Alim Ulama PPP, Arwani Thomafi: Kami Akan Bahas Pinjol Hingga RUU Larangan Minol

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:18

Selengkapnya