Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Firli Bahuri/Ist

Hukum

Firli Bahuri: KPK Bentuk Benteng di Setiap Kementrian sebagai Upaya Pencegahan Korupsi

SENIN, 23 AGUSTUS 2021 | 23:13 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Efektifitas kinerja pencegahan sistem dan pendidikan integritas sangat ditentukan oleh kuantitas terjadinya perkara tindak pidana korupsi. Setiap terjadi perkara tindak pidana korupsi pada area intervensi KPK, maka akan mengurangi efektivitas kinerja Pencegahan dan pendidikan.

Demikian disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri kepada Kantor Berita Politik RMOL. Senin (23/8).

“Untuk itu, KPK membentuk benteng-benteng pencegahan di Kementerian/Lembaga melalui pendidikan integritas pada Pimpinan lembaga dan eselon 1,” kata Firli.


Misalnya, Firli membeberkan yakni dengan melakukan penguatan anti korupsi untuk penyelenggara negara berintegritas atau Paku Integritas. Lalu kemudian melalui pembekalan bagi penyelenggara negara (executive briefing) dan pendidikan latihan atau Diklat pembangunan integritas bagi penyelenggara negara.

Untuk tahun 2021 ini, kata Firli, KPK memfokuskan pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum, Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan.

Firli menambahkan, untuk memastikan semua tugas dan fungsi berjalan, maka pada level internal sebagai prime mover KPK akan fokus pada membentuk sumber daya manusia yang berkinerja optimal, membangun system Informasi dan data terintegrasi yang adaptif, meningkatkan efektivitas regulasi pemberantasan korupsi dan penataan Kelembagaan, serta terus berupaya meningkatkan kepercayaan public dan reputasi organisasi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya