Berita

Mantan Presiden AS Donald Trump/Net

Dunia

Skema Penarikan Pasukan Ala Joe Biden Kacau, Trump: AS Terpaksa Harus Bersiap Kembali ke Afghanistan

MINGGU, 22 AGUSTUS 2021 | 14:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Strategi Presiden Joe Biden untuk menarik pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan tampaknya berbeda dengan apa yang dibayangkan pendahulunya, Donald Trump.

Penarikan pasukan AS merupakan tindak lanjut dari kesepakatan damai antara pemerintahan Trump dan Taliban pada Februari 2020. AS berkomitmen untuk mengakhiri misi militernya di Afghanistan dengan imbalan Taliban menghentikan kekerasan dan mau melakukan dialog damai dengan pemerintah di Kabul.

Setelah mengumumkan untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut, Biden menetapkan 11 September 2021 sebagai tenggat waktu, yang kemudian dipercepat menjadi akhir Agustus.


Terburu-burunya penarikan pasukan tersebut dengan strategi yang tidak matang dianggap berbagai pihak sebagai celah yang dimanfaatkan oleh Taliban untuk merebut Afghanistan pada pekan lalu.

Melihat situasi tersebut, Trump menyalahkan Biden. Ketika berbicara saat kampanye di hadapan pendukungnya, Trump mengatakan penarikan pasukan AS harus dilakukan dengan hati-hati hingga Taliban tidak menyadari Washington telah pergi dari Afghanistan.

Dalam skemanya, Trump menjelaskan, AS harus mengevakuasi seluruh warga sipilnya dari Afghanistan, lalu memboyong pulang semua senjata, sebelum menarik pasukan. Bahkan sebelum militer angkat kaki, AS harus meledakkan pangkalan militer di Afghanistan agar tidak digunakan Taliban.

Tetapi dengan Taliban yang sudah mengambil alih kekuasaan, Trump berpendapat AS harus kembali ke Afghanistan.

"Sekarang kita mungkin terpaksa masuk karena orang yang memerintah negara kita ini telah membuat keputusan yang mengerikan untuk menarik seluruh pasukan kita yang kuat. Kita mungkin dipaksa untuk kembali," ujar Trump, seperti dikutip Bulgarian Military.

Menurut Trump, kondisi saat ini membuat Rusia akan kembali ke Afghanistan, sehingga tidak ada pilihan lain bagi AS untuk melakukan hal yang sama ketika waktunya tepat.

“Yang harus Anda lakukan adalah bertanya kepada Rusia apa yang mereka pikirkan. Saya mendengar mereka akan kembali sekarang," kata Trump.

Bagi Trump, skema penarikan pasukan AS oleh Biden merupakan penghinaan terbesar dalam sejarah AS. Bahkan ia menyebut AS meninggalkan 83 miliar dolar AS senjata di Afghanistan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya