Berita

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas/Net

Politik

Diingatkan Menag Yaqut, Menghina Simbol Agama Adalah Pidana

MINGGU, 22 AGUSTUS 2021 | 11:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ujaran kebencian dan penghinaan adalah tindak pidana. Untuk itu, sudah sewajarnya para penceramah agama tidak menjadikan ruang publik sebagai media menyampaikan pesan berisi ujaran kebencian maupun penghinaan.

Begitu pesan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menanggapi ramainya kecaman publik atas aksi YouTuber Muhammad Kece yang membuat sejumlah konten berisi ujaran kebencian dan penghinaan simbol keagamaan yang berpotensi merusak kerukunan umat beragama

“Menyampaikan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap simbol agama adalah pidana. Deliknya aduan dan bisa diproses di kepolisian, termasuk melanggar UU 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama,” tegas Menag Yaqut kepada wartawan, Minggu (22/8).

Dalam pesannya, Gus Yaqut ingin agar aktivitas ceramah dan kajian dijadikan sebagai ruang edukasi dan pencerahan.

Ceramah, sambungnya, adalah media bagi para penceramah agama untuk meningkatkan pemahaman keagamaan publik terhadap keyakinan dan ajaran agamanya masing-masing, bukan untuk saling menghinakan keyakinan dan ajaran agama lainnya.

“Ceramah adalah media pendidikan, maka harus edukatif dan mencerahkan. Semua pihak mestinya fokus pada ikhtiar merajut kebersamaan, persatuan, dan solidaritas, bukan melakukan kegaduhan yang bisa mencederai persaudaraan kebangsaan,” sambungnya.

Populer

Disuntik Vaksin Covid-19 Campuran Sinovac dan AstraZeneca, Seorang Pria Thailand Alami Pendarahan Otak Hingga Meninggal Dunia

Rabu, 13 Oktober 2021 | 09:31

Saiful Anam: Gubernur Lemhanas Anggap Presiden Seperti Tong Sampah, Layak Dipecat

Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:21

Penumpang Pesawat Wajib PCR, Pimpinan Komisi IX: Kenapa Kebijakan Jadi Jakarta Sentris?

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:20

Moeldoko Mencoreng Muka Sendiri dengan Menyerang Mahfud MD

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:14

Angkat Bicara Soal Kasus Brigjen Junior, Ketum PPAD: Pimpinan TNI Perlu Kearifan Tinggi

Selasa, 12 Oktober 2021 | 22:18

Margarito Kamis: Penyelenggara Kongres atau KLB Partai adalah Pengurus DPP Sah

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:25

Kabar Beredar, Jokowi Ingin Hadi Tjahjanto Geser Mahfud MD Jadi Menko Polhukam

Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:57

UPDATE

Lagi, Dukungan Datang dari BEM PTMI untuk M Huda Prayoga Jadi Ketum DPP IMM

Jumat, 22 Oktober 2021 | 17:12

Grebek Ponpes Jadi Cara Sahabat Ganjar Peringati Hari Santri Nasional

Jumat, 22 Oktober 2021 | 17:11

Covid-19 Masih Menginfeksi 760 Orang, di Jawa Barat Paling Banyak

Jumat, 22 Oktober 2021 | 17:06

Banyak Rakyat Miskin karena Tingginya Korupsi, KPK Gencarkan Kampanye Antikorupsi

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:58

Tidak Hadiri Munas Ulama, Tanda Ganjar Pranowo Tidak Masuk Tokoh Berkarakter PPP

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:53

Pejuang Rakyat Sejak Muda, Rizal Ramli Pantas Diperhitungkan Jadi Capres 2024

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:37

KPK Terus Telusuri Penerimaan Uang Suap oleh Bupati Puput Tantriana Sari dan Suaminya

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:29

Komandan Kelompok Jihad Jamaat Nasr Al-Islam Wal Muslimin Tewas di Tangan Pasukan Prancis

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:23

Sosok Santri dan Perang Badar Melawan Korupsi di Bumi Pertiwi

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:06

Tasmania Siap Buka Kembali Perbatasan untuk Pengunjung Lokal dan Internasional Mulai Pertengahan Desember

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:04

Selengkapnya