Berita

Kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan/Net

Hukum

Otto Hasibuan: Moeldoko Akan Nyatakan Sikap Jika ICW Tak Punya Iktikad Meminta Maaf

JUMAT, 20 AGUSTUS 2021 | 22:42 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Iktikad baik dari peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Egi Primayogha, ditunggu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko, karena dianggap telah berani menuduh dirinya terlibat bisnis obat Ivermectin.

Kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan mengatakan, waktu yang diberikan kepada Egi untuk meminta maaf dan mencabut laporannya selama lima hari. Waktu itu diberikan dalam somasi Moeldoko kepada Egi, untuk memberikan kesempatan sebelum pihaknya memutuskan melapor kepada kepolisian.

"Nanti Pak Moeldoko, setelah lima hari ternyata dari saudara Egi tidak mencabut dan minta maaf, mungkin Pak Moeldoko sendiri nanti akan muncul menyatakan sikapnya," kata Otto dalam koferensi pers virtual, Jumat (20/8).


Otto memastikan, kalaupun akhirnya menempuh jalur hukum, maka yang akan dilaporkan adalah Egi sebagai individu, bukan organisasi ICW.

"ICW ini kan bukan lembaga hukum saya lihat ya, di sana pun saya lihat itu adalah koordinator, jadi bukan ada direktur, bukan badan hukum. Oleh karena itu yang kami laporkan itu pasti adalah saudara Egi," jelasnya.

Dikatakan Otto lagi, kemungkinan pasal yang akan dipakai jika laporan pada kepolisian dibuat adalah pasal 27 dan pasal 45 UU ITE.

"Saya melihat di sini pasal yang paling tepat adalah mungkin pasal 27 dan 45 UU ITE. Ada kabar bohong, ada kabar yang tidak benar, disampaikan melalui media elektronik," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya